TNI Harap GAM Serius Laksanakan Kesepakatan Helsinki

TNI Harap GAM Serius Laksanakan Kesepakatan Helsinki

- detikNews
Senin, 18 Jul 2005 16:28 WIB
Jakarta - TNI meminta Gerakan Aceh Merdeka (GAM) serius melaksanakan kesepakatan yang dihasilkan dalam perundingan dengan Indonesia di Helsinki, Finlandia. Jika GAM serius, salah satunya dengan menyerahkan senjata, TNI akan menarik pasukan dari Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Demikian disampaikan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto usai menandatangani MoU antara TNI-Polri di atas KRI Tanjung Nusanive, di Pangkalan Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta, Senin (18/7/2005). Panglima TNI menegaskan, keberadaan pasukan TNI di Aceh selama ini karena adanya GAM yang mengganggu keamanan. Dengan terealisasinya komitmen demobilisasi GAM otomatis situasi aman di NAD kembali pulih. Maka, menurut Panglima, tak ada alasan bagi TNI tetap dipertahankan di Aceh. "Adalah suatu pemborosan anggaran apabila pasukan TNI yang sudah tidak ada tugasnya di NAD tidak ditarik ke pangkalan masing-masing. Kalau dia (GAM) memang serius menyerahkan senjatanya maka tak ada alasan bagi TNI mempertahankan pasukannya di sana," kata Sutarto.Meski siap menarik pasukan, Panglima mensyaratkan GAM harus terlebih dulu menyerahkan senjata sesuai dengan batas waktu yang telah disepakati. Penyerahan senjata merupakan upaya membangun kepercayaan mengingat pengalaman sebelumnya GAM cenderung berlambat-lambat dalam setiap perjanjian gencatan senjata. Jika dalam prakteknya GAM melanggar kesepakatan, TNI tidak akan tinggal diam. "Kalau ternyata kondisi di lapangan pasca penandatanganan tidak sejalan dengan komitmen ya kan kita tinggal kirim pasukan lagi ke sana. Gampang saja," katanya.Panglima juga menyinggung pentingnya kehadiran tim pemantau asing untuk memediasi proses perdamaian di Aceh berjalan lancar. "Kalau ternyata di lapangan GAM tak mau patuh, masa kita diam saja? Ya pemantau harus tahu. Demikian juga sebaliknya bila ada pelanggaran dari TNI," tandas Sutarto. (iy/)


Berita Terkait