Polisi Batal Periksa Yoke, Tersangka Pencucian Uang BNI
Senin, 18 Jul 2005 15:23 WIB
Jakarta - Pemeriksaan terhadap tersangka pencucian uang (money laundering) Yoke Yola Sigar batal dilaksanakan. Tim penyidik Mabes Polri masih mencari data rekening giro aliran dana hasil membobol BNI sebesar Rp 1,3 triliun itu yang masuk ke rekening Yoke."Pemeriksaan memang ditunda sampai data rekening giro dari dana aliran yang masuk (ke PT Aditya Putrapratama Finance) tersebut ditemukan," ungkap pengacara Yoke, Andika, kepada wartawan di Bareskrim Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Senin, (18/7/2005).Tim penyidik Mabes Polri dalam pertemuan hari ini, kata Andika, hanya menjelaskan mengenai pasal-pasal yang dikenakan kepada kliennya oleh penyidik.Andika menolak memberi penjelasan secara rinci mengenai berapa besar dana yang diinvestasikan Adrian Waworuntu di perusahaan yang dikelola kliennya. "Penyidik punya datanya," kilah dia.Dia juga menyanggah tentang dana investasi yang berasal dari BNI Cabang Kebayoran Baru. "Setahu Ibu Yoke dana tersebut dari Adrian, konsultan bisnis Ibu Maria Pauline (tersangka pembobol BNI). Ini atas dasar kepercayaan saja. Ibu Yoke juga tidak tahu kalau dana itu ilegal," ungkap Andika.Yoke dalam menjalankan bisnisnya, lanjut dia, bergerak berdasarkan arahan Adrian. Namun Andika menolak mengungkap bentuk investasi yang dilakukan Adrian.Dalam kasus pencucian uang ini, selain Yoke, polisi juga menetapkan tersangka lain, yakni mantan bankir Dicky Iskandar Dinata. Tim penyidik hingga kini terus melakukan penelusuran aliran dana hasil membobol BNI untuk mengetahui benang merah keterlibatan Dicky dan Yoke. Seperti diketahui, Yoke adalah adik kandung Adrian Herling Waworuntu, terpidana seumur hidup dalam kasus pembobolan Bank BNI Rp 1,3 triliun.Penyidik menangkap Yoke karena sebagian dana hasil pembobolan Adrian masuk ke rekeningnya. Untuk menangkap Dicky dan Yoke, polisi telah membentuk tim khusus, yakni tim pemburu koruptor. Sekadar diketahui, aliran dana BNI hasil pembobolan Adrian mengalir ke beberapa rekening bank di luar negeri, antara lain Singapura dan Amerika Serikat. Data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dana hasil membobol BNI berada di 140 lebih rekening bank lokal maupun luar negeri.
(umi/)