DetikNews
Sabtu 02 Juni 2018, 01:17 WIB

BPBD Sumsel Lakukan Modifikasi Cuaca untuk Cegah Kebakaran Hutan

Raja Adil Siregar - detikNews
BPBD Sumsel Lakukan Modifikasi Cuaca untuk Cegah Kebakaran Hutan Petugas tinjau lahan gambut di Sumsel (Foto: Raja Adil Siregar/detikcom)
Palembang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan melakukan modifikasi cuaca dengan menebar 1 ton garam di langit. Tujuannya, untuk mencegah kebakaran hutan terjadi jelang Asian Games 2018.

"Setiap hari 1 ton garam disemai di langit Sumatera Selatan, di mana terlihat awan berpotensi hujan, disana garam di semai. Ini merupakan langkah dan upaya BPBD untuk mengantisipasi terjadinya karhutla saat Asian Games," kata Kepala BPBD Sumsel Iriansyah saat dikonfirmasi, Jumat (1/6/2018).


Penebaran garam sudah dilakukan sejak 2 pekan lalu. Modifikasi cuaca ini bakal dilakukan hingga Oktober mendatang, khususnya di wilayah Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Banyuasin dan Musi Banyuasin.

Selain itu, Iriansyah juga mengaku telah meminta bantuan 10 unit helikopter waterbombing. Helikopter ini nantinya akan digunakan untuk patroli dan pemadaman melalui udara saat terjadi kebakaran hutan.

"Kalau total berapa ton garam yang telah disemai itu ya sudah banyak, mulai dari apel siaga pertengahan Mei lalu sampai hari ini. Bahkan ada yang dua kali semai dalam satu hari. Kemarin kami pun telah meminta bantuan heli waterbombing ke pusat, sudah dapat dua unit dari total 10 yang kami ajukan," ucapnya.


Sementara itu, Kepala Manggala Agni Daops III Ogan Komering Ilir, Tri Prayogi mengatakan ada sekitar 60 personel yang melakukan patroli di wilayah itu. Patroli dilakukan untuk mengawasi lahan gambut agar tidak terbakar.

"Kami ada 60-an personil, ini patroli tiap hari siang malam di 13 posko yang telah disebar. Setiap saat memberikan kabar di wilayahnya masing-masing agar dapat diteruskan ke kantor," kata Tri.

Dari pengawasan ketat ini, Tri mengaku upayanya cukup berhasil. Hal ini terlihat dari kurun waktu 2015 hingga 2018 tidak lagi ada kabut asap akibat kebakaran hutan.

"Ini bukti kerja tim. Bukan hanya kerja tim Manggala Agni saja, tapi juga kerja polisi dan anggota TNI. Termasuk masyarakat sekitar juga kita libatkan dengan adanya Desa Peduli Api," pungkasnya.
(haf/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed