Pakistan: Bom London Akibat Kegagalan Pemerintah Inggris
Senin, 18 Jul 2005 14:10 WIB
Jakarta - Tiga tersangka pelaku bom London adalah warga Inggris keturunan Pakistan. Namun itu bukan berarti pemerintah Inggris bisa menyalahkan negara lain, termasuk Pakistan dalam serangan bom beruntun 7 Juli lalu.Pemerintah Inggris justru harus melihat kejadian itu sebagai kegagalannya berintegrasi dengan kaum muslim. Demikian dicetuskan Duta Besar (Dubes) Pakistan untuk PBB Munir Akram seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (18/7/2005)."Penting untuk tidak menyalahkan orang lain ketika masalah itu justru ada di dalam negeri," ujar diplomat Pakistan itu kepada Radio BBC. "Saya pikir Anda harus melihat ke masyarakat Inggris, apa yang Anda lakukan pada komunitas muslim dan kenapa komunitas muslim tidak berintegrasi dalam masyarakat Inggris," tutur Akram.Tiga dari empat tersangka pelaku bom London adalah pria beretnis Pakistan. Salah satu dari mereka, Shehzad Tanweer, pernah menempuh studi di sebuah madrasah di kota Lahore, Pakistan timur. Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris Jack Straw beberapa hari lalu, menyatakan keprihatinannya akan apa yang berlangsung di sejumlah madrasah di Pakistan. Dikatakan Straw, dirinya telah menyampaikan keprihatinan itu kepada Presiden Pakistan Pervez Musharraf. Menurutnya, Musharraf juga berpikiran serupa. "Kami prihatin akan apa yang terjadi di beberapa madrasah di Pakistan," ujar Straw kepada wartawan di London, Jumat (15/7/2005) lalu. Sedikitnya 52 orang tewas dalam ledakan bom yang mengguncang tiga kereta bawah tanah dan satu bus bertingkat di London. Sebanyak 700 orang lainnya juga terluka dalam aksi pengeboman yang terjadi nyaris bersamaan pada 7 Juli lalu.
(ita/)











































