DetikNews
Jumat 01 Juni 2018, 15:30 WIB

Ramadan 2018

Meriahnya Ramadan di Kota Pelajar Aligarh

Brenny Novriansyah - detikNews
Meriahnya Ramadan di Kota Pelajar Aligarh Amir Nisha market. Foto: Brenny Ibrahim
FOKUS BERITA: Cerita Berkesan Ramadan
Aligarh - Ramadan selalu mengesankan sehingga saya tidak mau melewatkan setiap momennya. Malam-malam Ramadan di India saya habiskan dengan tarawih keliling menelusuri masjid-masjid yang berada di kota Aligarh, negara bagian Uttar Pradesh, tepatnya 160 km dari kota Delhi.

Kota ini terkenal sebagai kota pelajar, di mana terdapat salah satu universitas tertua di India yaitu Aligarh Muslim University. Setidaknya, ada 37 pelajar Indonesia yang sedang studi di kampus ini, baik jenjang S1, S2 maupun S3.

Kampus ternama ini telah melahirkan banyak pemimpin India dan Asia Selatan bahkan ada yang menjadi ilmuwan dan pengusaha di berbagai belahan dunia.



Di kota inilah awal bermula pergerakan modernisasi Islam di India. Tak heran, kultur Islam di kawasan sekitar kampus tertua ini tampak sangat kental. Meriahnya malam Ramadan di kota ini layaknya hari raya Diwali (hari raya umat Hindu), penuh dengan gemerlap lampu menghiasi setiap bangunan dan jalan-jalan.

Saya menelusuri Amir Nisha market. Salah satu pasar yang paling terkenal di kota Aligarh. Mayoritas pedagangnya adalah muslim dan para pembelinya juga kebanyakan perempuan.

Meriahnya Ramadan di Kota Pelajar Aligarh Mayoritas pedagang Amir Nisha market muslim. Foto: Brenny Ibrahim


Tak heran jika nama Amir Nisha yang artinya pemimpin wanita, lekat dengan pasar ini. Pengeras suara sengaja dipasang di sepanjang jalan, untuk memperdengarkan lagu-lagu khas India dalam bahasa Urdu yang sangat kaya sastra.

Meski tidak mengerti arti lagu itu, namun melihat derap langkah umat muslim yang berkunjung di pasar tersebut serta senyuman ramah yang ditebar, jelas lagu-lagu itu membuat suasana hati mereka bergembira menyambut bulan suci Ramadan ini.

Terdapat dua masjid kecil di areal pasar ini. Dengan demikian, para pedagang dan pengunjung pasar banyak yang melaksanakan salat tarawih di kedua masjid tersebut.

Hampir semua masjid di sini melaksanakan tarawih 23 rakaat dengan bacaan ayat sebanyak satu juz per malam, sehingga salat tarawih yang dimulai pukul 21.20 bisa selesai pada pukul 22.45.

Ini agak lambat dibandingkan Indonesia. Karena di musim panas, waktu siang lebih panjang dari malam hari. Sehingga salat isya baru dimulai pukul 21.00.

Meriahnya Ramadan di Kota Pelajar Aligarh Beragam jajanan berbuka puasa ditawarkan. Foto: Brenny Ibrahim


Seperti halnya di Indonesia, di sini banyak sekali jajanan kuliner untuk berbuka puasa yang dijajakan di pasar seperti samosa, dahi bhara, pakora, kurma, jalebi, dan makanan lain yang hampir semuanya serba manis, minuman segar nimbu (lemon), serta yang tidak pernah tinggal yaitu minuman sirup Rooh Afza yang didalamnya mengandung herbal, sari buah-buahan, sayuran, sari bunga, dan akar-akar tumbuhan.

Minuman ini sangat terkenal di musim panas karena dapat memberikan efek segar pada tubuh, menghilangkan dehidrasi, meningkatkan energi, baik untuk jantung, meningkatkan hemoglobin dalam tubuh, dan menurunkan demam.

Menu buka puasa ini tak lengkap tanpa adanya irisan buah semangka, mangga, melon dan buah leci. Karena meski musim panas, suhu mencapai 45 derajat Celcius, buah-buahan tersebut sangat mudah didapat. Justru ketika musim panas adalah musim buah di India.

Mayoritas penduduk muslim India tinggal di sekitar pasar. Mereka bekerja dan mencari nafkah dengan berdagang. Jadi, ketika kita menelusuri pasar-pasar di India, sangat mudah menemukan masjid.

Meski kecil, namun cukup menampung jemaah untuk salat jumat. Ketika saya mengunjungi pasar ini, banyak para dermawan yang menyediakan takjil buka puasa secara gratis.



Tenggorokan yang sakit karena kekeringan dan suhu panas yang menerpa tubuh seharian seperti berdiri di depan bara api dapat terobati dengan menu takjil buka puasa yang disediakan di pinggir-pinggir jalan.

Meriahnya Ramadan di Kota Pelajar Aligarh Foto: Brenny Ibrahim


Hal menarik adalah bahwa para dermawan ini bukan hanya muslim, tetapi ada juga dari orang Hindu yang dermawan menyediakan takjil buka puasa untuk semua orang yang lewat. Sungguh ini suatu keunikan dalam toleransi umat beragama di India.

Meski muslim adalah minoritas, mereka saling membantu dan memberi makanan buka puasa di bulan Ramadan atau saat puasa umat Hindu yang dikenal dengan istilah Om, terutama ada saat Navdurga sebanyak dua kali setahun. Sungguh, betapa indahnya kebersamaan ini.


*) Brenny Novriansyah adalah seorang WNI yang sedang menempuh studi di Aligarh Muslim University, India.


Bagi Anda para pembaca detikcom yang memiliki cerita berkesan Ramadan seperti di atas, silakan kirimkan tulisan Anda ke e-mail: ramadan@detik.com. Jangan lupa sertakan nomor kontak Anda dan foto-foto penunjang cerita.

(rns/rns)
FOKUS BERITA: Cerita Berkesan Ramadan
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed