Kabelvision Diskon Siaran, Mengapa Indovision Tidak?

Kabelvision Diskon Siaran, Mengapa Indovision Tidak?

- detikNews
Senin, 18 Jul 2005 12:17 WIB
Jakarta - Hingga Senin (18/7/2005) redaksi detikcom terus kebanjiran e-mail pelanggan Kabelvision. Mereka kecewa karena tak lagi bisa menikmati layanan siaran 24 jam sesuai kontrak yang disepakati.Yang mereka pertanyakan, mengapa Kabelvision mengkorting siarannya 4 jam, sedangkan saingan terberatnya yaitu Indovision, tetap bisa siaran seperti semula.Hal ini disampaikan oleh Michael Adinugraha, yang mengaku berlangganan Kabelvision sejak 1999. "Saya merasa kecewa dengan kebijakan Kabelvision yang membatasi jam tayangnya. Apalagi dengan promo besar-besaran bahwa "hiburan selama 24 jam nonstop" ternyata hanya tipuan," komentar Michael.Michael kecewa karena Kabelvision berlindung pada Permen Kominfo. Dia sudah menyurati Kabelvision menyatakan kekecewaannya. Jawaban yang diterimanya tidak memuaskan. Kabelvision hanya mereply bahwa ini merupakan kebijakan pemerintah dan harus dilaksanakan oleh seluruh penyelenggara siaran televisi."Namun buktinya tanggal 16 saya menonton di rumah saudara saya yang menggunakan Indovision Digital masih dapat menikmati siaran selama 24 jam. Maka dari sini saya menyimpulkan bahwa Kabelvision melakukan kebohongan publik," sesal Michael. Karena itulah Michael mengajak sesama pelanggan untuk mengambil tindakan tegas. "Saya harap kita dapat bersatu untuk melakukan tindakan lebih lanjut, apakah dengan secara rush kita berhenti berlangganan atau tindakan lainnya yang dapat memberi "pelajaran" kepada Kabelvision," ungkapnya kesal.Suara-suara pelanggan lainnya juga penuh kekecewaan. "Kami sudah membayar siaran Kabelvision untuk 24 jam. Tapi karena ada pemotongan jam tayang, seharusnya Kabelvision juga memotong iurannya untuk per bulan. saat ini mereka banyak meraup keuntungan dengan memanfaatkan situasi ini," komentar Evile. "Apa pun risikonya Kabelvison harus menjalankan kewajibannya, kecuali Kabelvision memotong iuran bulanannya minimal secara proporsional," sambung Susilo. "Kalau sampai masih diberlakukan juga lebih baik pindah ke Indovision saja," kata Suatmaji Sidharta."Kalau dari Kabelvision tidak ada kebijakan pengurangan iuran maka sepantasnya kita semua secara bersama-sama melakukan gugatan kepada Kabelvision dan Menkominfo," ancam Ari I Gautama."Saya sebagai pelanggan yang hampir 2 tahun, juga merasa dirugikan dengan siaran yang dipangkas tanpa dipangkas pembayaran iuran per bulan atau sangsi lainnya. Apa Kabelvision tidak malu?" tutur Hani, pelanggan dari Tanjung Duren Selatan, Jakarta Selatan."Harusnya perusahaan Kabelvision membela customer dong, bukan malah ikut pangkas siaran. Mau duitnya aja? Saya setuju untuk ikut boikot Kabelvision jika tidak ada perbaikan dan kompensasi," demikian Hani.Salurkan suara Anda ke redaksi@staff.detik.com. (nrl/)


Berita Terkait