ADVERTISEMENT

Frantinus Tersangka Candaan Bom Lion Air: Saya Minta Maaf...

Herianto Batubara - detikNews
Kamis, 31 Mei 2018 17:31 WIB
Foto: Frantinus Nirigi minta maaf bercanda soal bom di pesawat Lion Air (istimewa)
Pontianak - Lewat sebuah video, Frantinus Nirigi (26) alias FN meminta maaf karena bercanda membawa bom di pesawat Lion Air JT 687 rute Pontianak-Cengkareng. Dia mengaku sangat menyesal.

Siang tadi, Polda Kalimantan Barat (Kalbar) resmi melimpahkan kasus ini kepada Penyidik Pegawai Negeri Sipil Kementerian Perhubungan (PPNS Kemenhub). Penahanan Frantinus dipindahkan dari Polresta Pontianak dan dititipkan di tahanan Polda Kalbar.

Pada kesempatan itu, Frantinus membuat video pernyataan. Dia mengakui telah melontarkan candaan soal bom di dalam pesawat. Dia mengaku telah melihat video viral insiden tersebut dan meminta maaf kepada seluruh penumpang yang jadi korban luka.


Selain itu, Frantinus berharap kasusnya ini bisa diselesaikan dengan mediasi bersama pihak Lion Air dan pihak-pihak terkait. Dia mengaku sudah rindu dengan keluarganya di Wamena, Papua dan berharap bisa segera pulang.

Berikut pernyataan lengkap Frantinus dalam video yang diperoleh detikcom dari pengacaranya, Theo Kristoporus Kamayo, Kamis (31/5/2018) sore.

Saya Frantinus Nirigi, saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia terutama lebih khususnya kepada masyarakat Kalimantan Barat. Setelah saya melihat video yang beredar, saya sangat menyesal atas kejadian ini.

Saat ini yang yang saya rasakan sekarang adalah penyesalan yang paling dalam sekali. Saya tidak bermaksud membuat situasi seperti ini. Saya hanya berucap spontan pada saat itu. Saya ingin proses ini cepat diselesaikan supaya saya bisa berkumpul dengan keluarga di kampung halaman karena selama ini saya tidak berkumpul dengan keluarga selama 8 tahun.


Sekali lagi saya sangat menyesal atas ucapan spontan saya saat itu akhirnya jadi mencelakakan korban. Untuk keluarga korban saya sangat minta maaf sekali, maaf dari hati yang paling dalam. Terima kasih. (hri/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT