Ratusan Satpol PP DKI Masih Awasi PKL Pasar Senen
Senin, 18 Jul 2005 11:27 WIB
Jakarta - Sekitar 300 petugas Satpol Pamong Praja DKI Jakarta hingga pukul 10.30 WIB, Senin (18/7/2005) masih terlihat berjaga-jaga di bawah fly over Pasar Senen. Mereka sengaja mengamankan lokasi dari serbuan pedagang kaki lima (PKL)."Kami ingin mengamankan lokasi yang sudah dibersihkan dari PKL. Jangan sampai mereka berjualan kembali di lokasi yang sama," kata Komandan Unit V Satpol PP DKI Jakarta Untung Suwarsono kepada detikcom di Pasar Senen, Jakarta.Pengamanan yang dilakukan Satpol PP, kata Untung, sebetulnya sudah dilakukan sejak Sabtu (16/7/2005). "Sampai saat ini kami masih menunggu instruksi dari walikota apakah ada tindak lanjut untuk membersihkan pedagang yang berjualan di Jalan Senen Raya yang menuju Jalan Kramat Raya atau tidak," ungkap Untung.Selain dijaga Satpol PP DKI, sekitar 65 personel kepolisian dari Polres Jakarta Pusat juga terlihat mengamankan lokasi tempat berdagangnya PKL Pasar Senen itu. Dari pantauan detikcom, saat ini pedagang yang sebelumnya berjualan di bawah fly over memilih memindahkan lapaknya ke Jalan Senen Raya yang menuju Jalan Kramat Raya. Puluhan gerobak tampak diparkir di pinggir jalan itu. Namun baru dua pedagang saja terlihat nekat membuka lapaknya untuk berjualan VCD.Ray (35), PKL Pasar Senen yang nekat menggelar dagangannya itu, menuturkan, dia sudah empat tahun berjualan di bawah fly over dan sudah empat kali pula dia kena gusur aparat.Namun Ray mengaku tidak kapok. Bersama puluhan pedagang lainnya dia bertekad menggelar dagangannya lagi di sana. "Kami belum ada rencana untuk pindah karena di sini kami sudah punya konsumen, di sini ramai sekali," kata Ray. Pada Sabtu (16/7/2005) lalu, puluhan PKL di Pasar Senen terlibat bentrok dengan petugas dari Dinas Ketentraman, Ketertiban, dan Perlindungan Masyarakat. Bentrokan terjadi akibat PKL menolak penggusuran mereka dari sekitar jembatan layang Pasar Senen.Bentrokan tidak terelakkan karena petugas Tramtib terprovokasi para PKL yang memaksa akan menggelar kembali lapak- lapak dagangannya. Untuk itu mereka sengaja melempari para petugas. Mendapat lemparan batu dan kayu, para petugas itu pun membalas sehingga kondisinya menjadi ribut. Akibatnya, beberapa petugas maupun orang lain di lokasi tersebut terkena lemparan batu dan kayu.
(umi/)











































