Pekan Ini Hujan Lebat dan Angin Kencang Intai Jakarta
Senin, 18 Jul 2005 09:03 WIB
Jakarta -
Warga Jakarta masih harus mewaspadai banjir dan akibat yang ditimbulkannya, seperti macet dan amburadulnya lalu lintas jalan. Soalnya wilayah Jakarta dan sekitarnya dalam pekan ini masih berpeluang hujan sangat lebat, petir dan angin kencang.Prediksi ini disampaikan Kepala Sub Bidang Informasi Meteorologi Publik Badan Meterologi dan Geofisika (BMG) Achmad Zakir siaran persnya kepada detikcom di Jakarta, Senin (18/7/2005). Hujan yang terjadi di wilayah Jabotabek Kamis dan Jumat pekan lalu dikategorikan sebagai hujan lebat dan sangat lebat. Karena durasi hujan lebih dari 3 jam, diiringi angin kencang dan petir yang dahsyat.Catatan curah hujan yang terpantau oleh BMG pada Jumat 15 Juli 2005 lalu termasuk angka curah hujan yang besar, seperti Kemayoran 61,4 mm, Pakubuwono 57 mm, Ciledug 104 mm, Halim 157 mm, Kedoya 176,1 mm. Sedangkan daerah Depok, Citeko, dan Bogor curah hujan dibawah 50 mm masing-masing tercatat 35 mm, 7 mm dan 45 mm. "Tapi durasi hujannya berkisara antara 1-3 jam berarti masih dikategorikan hujan lebat," kata Achmad.Dilihat dari data curah hujan yang tercatat, baik bulan Juni maupun hujan yang terjadi 2 hari yang lalu dapat juga dikategorikan lebih dari curah hujan di musim hujan. Maka dapat dikategorikan sebagai penyimpangan yang sangat signifikan di musim kemarau yang basah.Lalu kenapa masih ada hujan lebat, petir dan angin kencang. Ada beberapa hal yang mempengaruhinya, yakni suhu permukaan laut di perairan barat daya Sumatera dan selatan Jawa selalu hangat, sehingga persedian udara basah dan lembab memberi peluang untuk mensuplai pertumbuhan awan hujan. Akibat lain adalah udara diatas Jabotabek selalu dalam keadaan yang lembab.Selain itu karena adanya tekanan rendah yang sering muncul di sekitar Barat Daya Sumatera. Ini adalah gejala meteorologi yang menyimpang dari kebiasaannya karena biasanya hanya mempunyai periode bulanan. Tapi fenomena ini justru bertahan hampir lebih dari 2 bulan bahkan hampir setiap minggu fenomena ini terjadi.Fenomena ini memberikan kontribusi pembentukan cuaca di Jabotabek, dan udara lembab akan tetap bertahan lama, sehingga sangat mudah sekali tumbuh awan hujan secara vertikal maupun horizaontak.Udara lembab menjadi lebih labil karena berinteraksi dengan radiasi matahari. Akibatnya muncul awan yang tumbuh horizaontak dan vertikal yang berpeluang hujan lebat, petir dan angin kencang. "Dan ini akan terjadi pada pada 1 pekan ini," urai Achmad.
(mar/)










































