Ormas Minta THR ke Pengusaha, Walkot Jakut: Jangan Dianggap Serius

Ormas Minta THR ke Pengusaha, Walkot Jakut: Jangan Dianggap Serius

Eva Savitri - detikNews
Rabu, 30 Mei 2018 20:47 WIB
Ormas Minta THR ke Pengusaha, Walkot Jakut: Jangan Dianggap Serius
Foto: Eva Savitri/detikcom
Jakarta - Wali Kota Jakarta Utara Husein Murad menanggapi isu soal ormas yang meminta dana tunjangan hari raya (THR) kepada pengusaha di Kelapa Gading. Husein meminta agar hal tersebut tidak dianggap serius.

"Ya Lebaran, dalam suasana Lebaran biasanya semua orang happy dan gembira, happy-happy sajalah. Lebaran itu happy saja, nggak usah terlalu masukin hati," ujar Husein kepada wartawan di Kampung Akuarium, Rabu (30/5/2018).

Husein tidak menganggap serius adanya surat permintaan THR dari ormas tersebut. Ia mengimbau agar suasana Lebaran tidak memunculkan hal-hal negatif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Lebaran kan orang sudah selesai melaksanakan ibadah puasa, itu syukurnya Lebaran. Ada tiga hal yang identik itu kalau Lebaran: baju baru, makan enak, dan ketawa-ketawa," jelasnya.

Sementara itu, Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Adi Vivid mengatakan sampai saat ini belum ada laporan dari perusahaan terkait surat edaran permintaan THR dari ormas seperti Forum Betawi Rempug (FBR).

"Tapi sampai saat ini belum ada laporan terkait masalah beredarnya surat dari FBR. Tim dari Polda sudah turun, artinya kita jemput bola, kita turun, teman-teman Intel juga turun, sejauh mana keabsahan surat yang dibuat teman-teman FBR. Tapi sejauh ini belum ada komplain, ya," ucapnya, Senin (28/5).

Polisi mempersilakan perusahaan memberikannya atau tidak jika dimintai THR oleh ormas. Namun, polisi mengatakan, apabila permintaan tersebut disertai dengan ancaman, segera dilaporkan.

(mea/mea)


Berita Terkait