Peradaban Manusia 4.000 Tahun Lalu di Gua Jarie Sudah Tanam Padi

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Rabu, 30 Mei 2018 14:14 WIB
Proses ekskavasi manusia pura di Gua Jarie. Foto: M Taufiqqurahman/detikcom
Maros - Kerangka manusia prasejarah yang ditemukan di Gua Jarie, Simbang, Kabupaten Maros, diduga berusia 4.000 tahun. Semasa hidup, manusia prasejarah ini mulai menetap dan membawa pengetahuan cara bercocok tanam padi.

"Sudah masuk era neolitik. Manusia perasejarah di sini membawa pengetahuan tentang padi. Bagaimana berternak babi dan bertani," kata Ketua Tim Arkeologi dan Prasejarah Balai Arkeologi Makassar, Budianto Hakim di lokasi ekskavasi yang berada di sekitar wilayah Goa Jarie, Simbang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Rabu (30/5/2018).



Analisis soal pengetahuan tentang cara bertanam padi ini didapatkan dari penelitian yang dinamakan analisis polen. Analisis polen menunjukkan, di dalam tanah tempat ditemukannya jejak manusia prasejarah tersebut terdapat benih padi.

"Polen kan serbuk sari dari padi. Kalau di Maros ini 8.000 tahun lalu," ucapnya.

Pola kehidupan manusia era 4.000 tahun lalu di Sulsel disebut juga sudah mulai menetap. Mereka menggunakan teknik pertanian dengan ladang berpindah.



"Mereka menebang dan membakar. Kalau siklusnya berubah, mereka kembali ke tanah garapan awal," ucapnya.

"Sisanya ada yang berburu binatang liar, juga sudah mulai menjinakkan binatang, termasuk membudidayakan tanaman," sambungnya. (tfq/bag)