Belum Dilantik, Nama Bupati Bantul Sudah Dicatut

Belum Dilantik, Nama Bupati Bantul Sudah Dicatut

- detikNews
Minggu, 17 Jul 2005 21:52 WIB
Yogyakarta - Meski belum dilantik, nama Bupati Bantul H Idham Samawi sudah dicatut untuk meminta sejumlah uang sumbangan. Modusnya dengan mengirimkan surat kepada para pendukung Idham maupun pengusaha di Bantul agar menyumbangkan dana sebelum pelantikan bupati.Dalam surat itu disebutkan, Idham dalam pilkada lalu telah menggunakan dana dari berbagai pihak untuk membiayai pencalonan sebagai bupati Bantul. Karena meminjam uang dari berbagai pihak, Idham dituntut untuk mengembalikan uang itu.Selanjutnya para pendukung Idham diminta menyumbangkan dana sebesar Rp 100 juta. Dana sebesar itu dijanjikan akan dikembalikan setelah pelantikan bupati dan akan diberikan imbalan yang pantas sebagai ucapan terima kasih. Sumbangan itu harus dikirimkan melalui Bank BRI Yogyakarta nomor Rekening 3004-01-006040-53-0.Ketika dikonfirmasi detikcom, Minggu (17/7/2005), Idham membantah bila dirinya maupun tim suksesnya telah mengeluarkan surat untuk meminta sumbangan belasan juta hingga ratusan juta rupiah kepada warga Bantul maupun Yogyakarta. Beberapa orang yang menerima surat semacam itu sudah memberitahukan kepadanya. Idham meminta agar kepolisian segera, mengusut kasus itu. Meski surat itu menggunakan cap stempel dan kop surat berlogo Garuda Pancasila serta bertuliskan "Bupati Bantul", sangatlah mudah untuk memalsukannya. Karena bisa dipesan dan dibuat atau dipesan dimana saja dan oleh orang atau oknum yang tidak bertanggung jawab. "Surat jelas palsu. Kami tidak pernah meminta bantuan dana untuk pencalonan Pilkada dari masyarakat," katanya.Menurutnya, salah satu yang akan menjadi korban itu adalah Rukiman warga Pelemsewu Desa Panggungharjo Kecamatan Sewon Bantul. Surat itu diketahui telah tergeletak di rumah Rukiman, Kamis (14/7/2005) pagi. "Saya kira surat yang beredar untuk meminta sumbangan dengan mengatasnamakan saya itu bukan hanya terjadi pada warga Panggungharjo saja, tapi masih banyak dan itu jelas palsu. Saya meminta agar masyarakat berhati-hati dan laporkan saja ke polisi," katanya. (mar/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads