Gas Metan Bocor di Laut Timor
Minggu, 17 Jul 2005 19:44 WIB
Kupang - Laut Timor yang kaya akan beraneka ragam hayati terancam kelestariannya. Sedikitnya satu ton gas metan dilaporkan bocor setiap hari. Diduga gas tersebut telah mencemarkan atmosfer bumi, mematikan biota laut serta mempengaruhi peningkatan panas bumi.Direktur Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB), Ferdi Tanoni, dalam keterangan persnya di Kupang, Minggu (17/7/2005) mengaku baru mendapat informasi mengenai kebocoran tersebut. Australia juga sudah mengetahui akan hal itu, namun hingga kini belum bersikap."Ilmuwan kelautan Australia yang bekerja pada bagian Institut Ilmu Pengetahuan Kelautan Australia yang menemukan kebocoran itu," kata Tanoni. Lokasi bocornya gas metan tersebut berada di Laut Timor yang berjarak hanya 300 kilometer barat daya Broome, Australia Barat. Bocornya gas metan tersebut, menurut hasil investigasi ilmiah yang dilakukan ilmuwan kelautan Australia itu akibat pengilangan minyak dan gas bumi secara besar besaran. Tanoni menambahkan, hasil konfirmasi dengan jurubicara Institut Institut Ilmu Pengetahuan Kelautan Australia, Dr Gregg Brunskill mengatakan, gas metan yang bocor itu menguap dari kedalaman 100 meter dari permukaan dasar Laut Timor. Para ilmuwan Australia memastikan sekitar 99 persen gas metan asli sudah bercampur dengan hydrocarbon yang lain. Diperkirakan, satu ton gas metan setiap harinya menguap ke udara dari sebuah wilayah di bawah permukaan Laut Timor seluas sekitar setengah kilometer persegi. Jika penguapan gas metan ini menembus kulit bumi dan melandai kawasan ini maka sangat besar jumlah gas memasuki atmosfer. "Ini memberikan kontribusi pada efek rumah kaca dan pemanasan global," ujar Tanoni.Hasil investigasi itu menunjukkan kekuatan gas metan 20 kali lebih besar dari karbondioksida yang digunakan sebagai gas perangkap panas rumah kaca dan kemungkinan besar dapat mempengaruhi secara signifikan terhadap kelaziman gas rumah kaca.Berkaitan dengan indeks pencemaran Laut Timor yang terus meningkat, Tanoni mendesak Departemen Luar Negeri RI agar lebih meningkatkan diplomasi dengan Australia guna membahas masalah Laut Timor secara total demi keselamatan dan kesejahteraan rakyat Indonesia yang ada di Timor Barat."Sebelum jatuh korban jiwa, Jakarta harus bersikap, mendesak Canberra agar memperhatikan aspek aspek yang dapat mengancam keselamatan hidup manusia," seru Tanoni.
(mar/)











































