Mereka Bicara Kekurangan Artidjo, dari Hakim Agung hingga Sahabat

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 30 Mei 2018 08:31 WIB
Mereka Bicara Kekurangan Artidjo, dari Hakim Agung hingga Sahabat
Suparman Marzuki (ari/detikcom)

Saat pertama kali ditawari menjadi hakim agung oleh Yusril Ihza Mahendra, Artidjo menolak tegas.

"Tidak! Pengadilan kita sudah berat dan sangat sulit diperbaiki," kata Artidjo dalam buku 'Artidjo: Sebuah Biografi' karya Puguh Windrawan dalam halaman 129.

Namun seiring waktu, Artidjo berubah arah. Menurut mantan Ketua Komisi Yudisial (KY) Suparman Marzuki, belakangan Artidjo mengalami akulturasi dengan budaya Mahkamah Agung (MA). Padahal, Suparman merupakan sahabat yang juga sama-sama mengajar di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

"Bukan dalam pengertian dia permisif. Bukan ikut korup. Bukan! Tapi dia menjadi orang yang tak rela apabila Mahkamah Agung (MA) diserang. Ada semacam esprit de corps yang terbangun. Menurut saya menjadi kurang proporsional," ujar Suparman yang dituangkan dalam buku 'Artidjo: Sebuah Biografi' karya Puguh Windrawan dalam halaman 224.