SBY: Flu Burung Kasus Lokal, Masyarakat Tak Perlu Resah
Minggu, 17 Jul 2005 15:24 WIB
Jakarta - Kasus flu burung yang diduga menjadi penyebab kematian 3 orang sekeluarga di Vila Melati Mas, Tangerang, Serpong, masih merupakan kasus lokal. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta masyarakat tidak perlu resah. "Masyarakat tidak perlu resah. Karena itu kasusnya lokal," kata Presiden SBY usai bertanding bola voli di lapangan kompleks Linud 17, TNI AD, Cijantung, Jakarta, Minggu (17/7/2005).Presiden juga meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh isu-isu yang menyesatkan mengenai flu burung. Namun Presiden meminta masyarakat tetap waspada terhadap penyakit yang bersumber pada unggas itu. "Tetap waspada karena penyebarannya sangat cepat dan lintas negara. Kalau ada keganjilan segera beritahukan pihak kesehatan," tandas Presiden.Pernyataan itu disampaikan SBY mengomentari meninggalnya Iwan Siswara dan dua putrinya, Thalita Nurul Azizah dan Sabrina Nurul Aisyah, warga Vila Melati Mas, Tangerang. Depkes menyatakan penyebab kematian ketiga orang itu diduga kuat akibat terinfeksi virus flu burung. Depkes telah mengirimkan hasil pemeriksaan laboratorium ketiga almarhum ke Hong Kong untuk memastikan positif tidaknya ketiga orang itu terserang flu burung. Hasil pemeriksaan laboratorium Hong Kong direncanakan bisa diketahui, Jumat (22/7/2005) pekan depan.Akibat belum adanya kepastian itu, masyarakat terutama warga Vila Melati Mas Tangerang resah. Mereka khawatir akan tertular penyakit flu burung. Depkes Diminta ProaktifPada kesempatan itu, Presiden juga meminta seluruh jajaran teknis bidang kesehatan bertindak proaktif. Depkes diminta memastikan kemungkinan adanya serangan virus flu burung dan mencegah penularannya di masyarakat."Apa betul itu flu burung atau variannya. Kalau harus diperiksa di laboratorium di Hong Kong, saya minta dipercepat. Dijemput bolanya. Jangan menunggu, nanti malah tidak ada kepastian," kata Presiden.Presiden akan meminta laporan Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadillah Supari dalam waktu 1-2 hari ini terkait penyakit tersebut. Presiden, dua hari lalu, telah mendapat penjelasan dari Menkes mengenai langkah yang telah dilakukan Depkes untuk melokalisir virus berbahaya tersebut.Kepada Presiden, Menkes menjelaskan telah memeriksakan contoh jaringan paru-paru para korban ke Hong Kong. Selain itu juga melakukan pengawasan dan perawatan terhadap keluarga terdekatnya.
(iy/)











































