Aktivitas di NTT Lumpuh Total

Listrik Padam 12 Jam

Aktivitas di NTT Lumpuh Total

- detikNews
Minggu, 17 Jul 2005 12:19 WIB
Kupang - Stok solar di Nusa Tenggara Timur (NTT) makin menipis. PLN pun memutuskan pemadaman listrik selama 12 jam, dari pagi hingga malam. Akibatnya, aktivitas warga dan perkantoran lumpuh.Aktivitas perkantoran di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dalam sepekan terakhir mengalami lumpuh total. Selain itu, saluran komunikasi telepon genggam mengalami kamacetan total pada siang hari. Aktivitas warga yang menggunakan energi listrik juga ikut macet total. Peralatan dapur dan rumah tangga yang menggunakan listrik tidak berfungsi. Sedangkan lampu pengatur lalu lintas (traffic light) yang dipasang di jalan raya, hanya berfungsi pada malam hari.Hanya beberapa instansi pemerintah dan BUMN, seperti bank dan kantor cabang Telkom yang bisa beroperasi pada siang hari, dengan memanfaatkan generator listrik. Pemadaman listrik ini berlangsung sejak Jumat, 15 Juli 2005 lalu. "Biasanya, listrik menyala selama 24 jam. Tetapi selama satu minggu terakhir, PLN hanya menyalakan listrik pada malam hari, yakni dari pukul 18.30-04.30 WITA dini hari," kata Martinus Lamabelawa, warga Kabupaten Lembata, Minggu (17/7/2005)."Kami sudah tanyakan ke PLN, alasan pemadaman ini. Petugas PLN menjawab, solar sudah habis dan tidak mungkin menghidupkan mesin pembangkit listrik 24 jam," jelas Martinus. Martinus menambahkan, masyarakat semakin terisolir dan nyaris kehilangan komunikasi dengan dunia luar. Ia mencontohkan, pemancar televisi yang ada di daerahnya juga mengalami pemadaman listrik. Masyarakat baru bisa menyaksikan siaran televisi pada malam hari."Itu pun terbatas karena tepat pukul 04.30 WITA, PLN sudah memadamkan listrik, sehingga informasi dari radio maupun televisi pada pagi hari tidak bisa didengar," katanya.Kepala PLN Ranting Lewoleba, Philipus Fernandez, yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, pemadaman listrik tersebut terpaksa dilakukan karena suplai solar dari Pertamina dalam sepekan terakhir tidak berjalan lancar. "Kita mengharapkan suplai dari depot Pertamina yang ada di Larantuka, Flores Timur. Tetapi karena solar yang di distribusikan jumlahnya tidak mencukupi, maka untuk sementara PLN membatasi pelayanan kepada masyarakat," kata Fernandez. (san/)


Berita Terkait