DetikNews
Selasa 29 Mei 2018, 16:07 WIB

1 Anak Luka Bakar Akibat Kebakaran di Bidara Cina, Balita Trauma

Mei Amelia R - detikNews
1 Anak Luka Bakar Akibat Kebakaran di Bidara Cina, Balita Trauma Foto: Carlo Venansius Homba/detikcom
Jakarta - Kebakaran di Jalan Kebun Sayur 2, Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, menimbulkan 3 korban luka. Salah satu korban adalah anak-anak berinisial A (13).

"Ada satu korban anak A (13 tahun), kakinya terbakar. Dua orang korban lainnya, Sadih (50 tahun) mengalami luka bakar seluruh tubuh dan Muahana (60 tahun) mengalami luka bakar di muka dan tangan," kata Komisioner KPAI Bidang Sosial dan Anak Dalam Situasi Darurat, Susianah Affandy, dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (29/5/2018).

Ketiga korban adalah satu keluarga yang sedang berada di dalam rumah ketika tabung gas meledak. Ketiganya kini dirawat di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Anak-anak korban kebakaran bersedih karena kehilangan tempat tinggalnya. Peristiwa ini juga mengakibatkan anak-anak dan balita mengalami trauma karena syok ketika orang tua menyelamatkan mereka dari kobaran api.

"Saat kejadian, anak-anak masih terlelap tidur, tapi langsung dibangunkan dan dibawa berlari ke luar rumah, melewati gang sempit yang dijejali orang-orang yang panik menyelamatkan diri dengan disertai jeritan orang dewasa dan tangisan balita. Situasi ini yang mengakibatkan anak-anak balita mengalami trauma," imbuhnya.


Indikasi trauma tersebut di antaranya anak kehilangan selera makan dan kerap mengigau serta menangis ketika tidur, terutama pada malam hari. Traumatik anak-anak yang tempat tinggalnya di bantaran Sungai Ciliwung yang sering dilanda banjir menjadikan mereka beradaptasi dengan bencana.

"Anak-anak usia 8-12 tahun yang kami temui mengaku menerima kejadian ini sebagai musibah. Sebab, menurut mereka, tak ada gunanya marah karena tak mengembalikan rumah dan barang-barang yang hangus terbakar," katanya.

KPAI meminta Pemkot menyediakan fasilitas pengungsian yang ramah anak. Saat ini ada 3 tenda pengungsian yang dibangun ala kadarnya, yang membuat banyak warga tidak betah karena kondisinya yang panas.

"Warga terdampak banyak yang tinggal di rumah saudara dan keluarganya. Dalam konteks ini, tempat pengungsian seharusnya ramah anak, memberikan fasilitas yang nyaman bagi anak, khususnya anak perempuan, dalam menjaga privasinya," lanjutnya.

KPAI juga ingin memastikan anak-anak korban kebakaran ini mendapatkan trauma healing dan psikososial. "Sehingga dapat mengembalikan keceriaan mereka seperti sebelum terjadinya kebakaran. Hal ini dapat dilakukan oleh Dinas Sosial DKI Jakarta dan Kemensos RI," sambungnya.

Total ada 221 jiwa dari 56 keluarga dan 46 rumah yang terdampak kebakaran pada Minggu (27/5) lalu. Dari pengawasan KPAI, anak-anak yang terdampak kebakaran sebanyak 57 jiwa, dengan rincian anak usia SD sebanyak 23 orang, anak usia SMP sebanyak 14 orang, dan anak usia SMA sebanyak 20 orang.

"KPAI juga meminta kepada Pemerintah Kota Jakarta Timur agar memberikan kemudahan kepada warga terdampak kebakaran dalam mengurus surat berharga dan penting, seperti surat tanah, akta lahir, kartu keluarga, ijazah, dan rapor anak," lanjutnya.


(mei/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed