Kepala BPBD Provinsi NTB, Muhammad Rum, mengatakan desa yang terdampak tersebut tercatat sejak tahun 2017 lalu. Daerah terparah yang dilanda kekeringan adalah Lombok Timur dan Lombok Barat.
"Kita sudah mulai droping air bersih seperti di Bima Lotim dan lainnya," ungkap M Rum, saat dihubungi detikcom Selasa (29/05/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini jumlah desa terdampak belum bertambah dan diperkirakan akan alami penambahan pada suatu waktu.
"Untuk saat ini droping air kita lancar. Kita tetap koordinasi jika terjadi masalah ataupun kekurangan air. BPBD di Kabupaten Kota tetap siaga," ujarnya. (asp/asp)











































