DetikNews
Senin 28 Mei 2018, 20:36 WIB

Meretas Jalan Membangun Masjid Unik di Shizuoka

Arif Delviawan - detikNews
Meretas Jalan Membangun Masjid Unik di Shizuoka Ustaz Evie Effendi menyampaikan ceramah. (Foto: Arif Delviawan)
FOKUS BERITA: Cerita Berkesan Ramadan
Shizuoka - Siapa sih yang tak kenal Ustaz Evie Effendi? Nah, beberapa waktu lalu, pria yang dijuluki ustaz gaul dan nyentrik dari Bandung ini berkesempatan menyampaikan dakwah di Shizuoka, Jepang.

Kedatangan Ustaz Evie ke Shizuoka merupakan bagian dari rangkaian acara yang digelar Shizuoka Muslim Association (SMA) dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo dan Keluarga Muslim Islam Indonesia (KMII) Jepang didukung oleh komunitas kenshusei (pekerja) dan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Komsat Shizuoka.

Di acara yang digelar pada 6 Mei 2018 ini, sebanyak 200 peserta yang hadir menyimak tausiah yang disampaikan Ustaz Evie yang bertema 'hijrah menjadi muslim yang produktif dan proaktif'.



Kegiatan ini merupakan salah satu agenda dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1439 H dan memanfaatkan libur panjang di awal Mei atau di Jepang biasa disebut dengan golden week.

Banyak sekali orang Indonesia yang memanfaatkan momen tersebut untuk menghadiri kajian sekaligus bersilaturahmi dengan sesama warga Indonesia yang sedang merantau.

Meretas Jalan Membangun Masjid Unik di Shizuoka Berfoto bersama ustaz Evie. Foto: Arif Delviawan


Ada yang menarik dalam acara tablig akbar tersebut. Tablig akbar yang diselenggarakan di Aice121, Shizuoka, Jepang, ini sekaligus menjadi momen diluncurkannya desain Shizuoka Masjid Project, yang nantinya diharapkan menjadi Islamic Cultural Center di Shizuoka.

Maklum saja, selama ini aktivitas para muslim di Kota Shizuoka masih mengandalkan musala Shizuoka yang hanya mempunyai daya tampung sekitar 50 orang.

Diharapkan, dengan adanya masjid Shizuoka yang berkapasitas 400 orang, segala aktivitas muslim di Kota Shizuoka dan sekitarnya bisa berjalan dengan baik, tidak hanya untuk warga Indonesia, tapi juga untuk warga asing lainnya.

Banyak orang yang berpikir bahwa Gunung Fuji, gunung tertinggi dan sekaligus menjadi ikon khas negara Jepang, berada di Tokyo. Ungkapan itu kurang tepat.

Sebenarnya Gunung Fuji terletak di Kota Fujinomiya, Prefektur Shizuoka. Dengan berlatar belakang keindahan Gunung Fuji dan terletak di dekat pelabuhan, Masjid Shizuoka yang akan dibangun nantinya akan memiliki daya tarik yang luar biasa.

Nilai plus lainnya, desain arsitektur Masjid Shizuoka akan menggabungkan dua seni, yaitu Islam dan Jepang, serta menggunakan teknologi ramah lingkungan terkini dari Jepang.

Meretas Jalan Membangun Masjid Unik di Shizuoka Sebagian peserta tabligh akbar. Foto: Arif Delviawan


Terlepas dari berbagai isu mengenai Islam di belahan dunia, masyarakat Jepang memiliki sifat ramah, berpikiran terbuka, dan memiliki keingintahuan yang tinggi untuk belajar budaya Islam.

"Kebutuhan sarana pusat belajar Islam di Shizuoka sangat penting agar dapat membantu mengembangkan Islam pada generasi Jepang berikutnya," sebut Ketua Divisi Dakwah SMA asal Indonesia, Firman Nusa, yang sekaligus menjadi ketua pelaksana dalam kesempatan tablig akbar tersebut.

Selain fasilitas untuk beribadah, Masjid Shizuoka juga akan dilengkapi dengan fasilitas ruang anak-anak, ruang tradisional Jepang, dapur umum, 15 kamar, tempat evakuasi tsunami, dan sebagainya.



Masjid Shizuoka diharapkan mempunyai dua peran penting, yaitu untuk memenuhi kebutuhan komunitas baik itu muslim dan nonmuslim serta menjadi wadah untuk menampung ide atau pengalaman yang terinspirasi dari budaya dan gaya hidup orang Jepang.

"Semua ide ini selaras dan sejalan dengan ajaran Islam serta bermanfaat bagi umat manusia. Oleh karena itu, pentingnya menciptakan pemahaman yang benar tentang Islam di Jepang bisa terwujud dengan berdirinya pusat Islam di Shizuoka ini," tutur Yassine Esaadi, Ketua SMA yang berasal dari Maroko.

Meretas Jalan Membangun Masjid Unik di Shizuoka Salat berjemaah usai tabligh akbar. Foto: Arif Delviawan


Harapan akan dukungan dan doa agar terlaksananya proyek ini juga diungkapkan oleh sang istri, Miwa Esaadi. Beliau merupakan warga Jepang yang telah memeluk Islam selama 14 tahun, dan kini memiliki sebutan Mother of Moslem in Japan karena perjuangan dan dedikasinya selama ini.

Dari cerita ini, kita belajar bagaimana perbedaan suku dan budaya tak lantas melunturkan semangat untuk memeluk dan mempelajari Islam. Selamat berpuasa bagi yang menjalankan.


*) Arif Delviawan adalah mahasiswa program Master di Graduate School of Integrated Science and Technology, Department of Agriculture, Shizuoka University, Jepang, sekaligus menjabat sebagai ketua Badan Pengawas PPI Jepang 2017-2018.


*) Artikel ini terselenggara atas kerja sama detikcom dan PPI Dunia.



Bagi Anda para pembaca detikcom yang memiliki cerita berkesan Ramadan seperti di atas, silakan kirimkan tulisan Anda ke e-mail: ramadan@detik.com. Jangan lupa sertakan nomor kontak Anda dan foto-foto penunjang cerita.

(rns/rns)
FOKUS BERITA: Cerita Berkesan Ramadan
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed