Kemenag Bentuk P3JH, Tim Pemberi Pertolongan Pertama Jemaah Haji

Kemenag Bentuk P3JH, Tim Pemberi Pertolongan Pertama Jemaah Haji

Fajar Pratama - detikNews
Senin, 28 Mei 2018 16:44 WIB
Direktur Bina Haji Kemenag Khoirizi H Dasir. (Dok: MCH 2018)
Direktur Bina Haji Kemenag Khoirizi H Dasir. (Dok: MCH 2018)
Jakarta - Ada unsur tambahan dalam susunan tim petugas haji 2018. Kemenag membentuk Tim Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (P3JH), yang memiliki tugas khusus memberikan pertolongan pertama kepada jemaah.

"P3JH ini adalah para petugas pelayanan umum, namun memiliki kemampuan medis," ujar Direktur Bina Haji Kemenag Khoirizi H Dasir saat memberikan materi dalam Pelatihan PPIH Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (28/5/2018).

Tim P3JH disiapkan untuk mengisi titik kosong yang selama ini kurang terlayani secara maksimal karena keterbatasan para petugas pelayanan umum dan atau pelayanan kesehatan, khususnya pada masa puncak haji, Arafah-Mina-Muzdalifah (Armina).

Tim P3JH akan dioptimalkan pada hari pertama lontar jumrah. Saat itu, jemaah haji Indonesia melakukan perjalanan tidak kurang dari 2 km dari pemondokan di Mina ke Jamarat untuk melempar jumrah aqabah sehingga tidak sedikit dari mereka yang kelelahan.

"Perpaduan tim gerak cepat (TGC) Kemenkes, P3JH, dan petugas perlindungan jemaah (Linjam) dalam satu kekuatan diharapkan dapat menjawab tantangan. Dengan begitu, kehadiran negara melalui petugas yang siap melayani jemaah akan lebih dirasakan," terangnya.


"Mereka ditugaskan mengantar jemaah yang dilanda kelelahan saat akan kembali dari Jamarat ke pemondokan di Mina," tandasnya.

Tim ini berisikan perpaduan dokter, TNI/Polri, dan unsur fakultas kedokteran kampus.


"Terdiri dari 20-an petugas yang berasal dari rumah sakit haji, universitas Islam negeri yang memiliki prodi kedokteran, serta rumah sakit TNI/POLRI yang ditetapkan langsung oleh Kementerian Agama berdasarkan persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan," tutur Khoirizi. (fjp/aan)