Cerita Novel Baswedan soal Mata Kanan yang Masih Banyak Masalah

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Senin, 28 Mei 2018 14:57 WIB
Novel Baswedan (Foto: Nur Indah Fatmawati/detikcom)
Jakarta - Penyidik KPK, Novel Baswedan mengatakan kondisi mata kirinya berangsur membaik. Tetapi, ia masih belum bisa kembali aktif bekerja.

"Memang sampai sekarang ini saya kondisi masih belum masuk kantor karena saya masih dalam kondisi sakit, dalam pemulihan," kata Novel di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (28/5/2018).

Ia menyatakan dirinya baru saja kembali dari Singapura untuk menjalani kontrol pada pekan lalu. Kontrol untuk proses pemulihan itu harus dilakukannya sebulan sekali di sela proses rawat jalan di Indonesia.


"Minggu lalu saya baru kembali dari Singapura untuk perawatan. Dan alhamdulillah mata kiri saya, sorry, saya lihatkan ya, mata kiri saya sudah semakin baik. Diharapkan bisa menjadi tumpuan untuk penglihatan saya," ujar Novel sambil menunjukkan kondisi mata kirinya.

Namun, kondisi berbeda dialami mata kanannya. Menurutnya, mata yang mengalami kerusakan 60 persen itu justru banyak masalah.

"Di antaranya adalah tumbuhnya pembuluh darah di kornea, yang itu dokter tidak bisa mengharapkan lebih jauh lagi, kecuali hanya diupayakan untuk sekadar stabil," ucapnya.

Novel juga menjelaskan jika mata kiri hasil operasi pemasangan artificial cornea-lah yang nanti akan lebih banyak membantunya melihat. Namun, syaraf mata kiri ini rupanya juga masih lemah.

"Dan proses itu masih belum selesai karena syaraf di mata kiri saya masih lemah. Saya minta doa dari semua, semoga proses penyembuhannya bisa sedikit lebih cepat," tuturnya.


Sebelumnya, Novel diserang menggunakan air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017. Saat itu, Novel baru saja menjalani salat subuh di masjid dekat kediamannya, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Ia pun harus menjalani operasi berkali-kali untuk memulihkan kondisi matanya--terutama mata kiri--yang rusak hingga 95 persen dan dipasangi artificial cornea. Hingga kini, pelaku atau bukti kuat yang mengarah ke terduga pelaku masih belum didapatkan. (nif/haf)