Aher Ungkap Rahasia Pemprov Jabar Raih 278 Penghargaan

Aher Ungkap Rahasia Pemprov Jabar Raih 278 Penghargaan

Akfa Nasrulhak - detikNews
Senin, 28 Mei 2018 13:25 WIB
Aher Ungkap Rahasia Pemprov Jabar Raih 278 Penghargaan
Foto: Pemprov Jabar
Jakarta - Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heriyawan (Aher) menekankan pentingnya amanah dalam memimpin. Bahkan menurutnya, sikap ini yang membawa Jawa Barat meraih 278 penghargaan nasional maupun internasional.

"Dengan kepemimpinan yang amanah itu, sebanyak 278 penghargaan dari pemerintah pusat, swasta, maupun dari dunia internasional berhasil diraih oleh pemerintah Jawa Barat selama 10 tahun ini," ujar Aher dalam keterangan tertulis, Senin (28/5/2018).



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kegiatan Ramadhan Public Lecture 2018 di UGM, Aher mengatakan untuk meningkatkan kesejahteraan Aparatur Sipil Negara, gubernur bisa menerapkan sistem Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

TPP merupakan konversi atau transformasi kebijakan honorarium menjadi tambahan penghasilan bagi pegawai yang distribusinya disesuaikan dengan kinerja dan jabatan. Pengukurannya berdasarkan kinerja berbasis SKP dan On Line system.

"TPP menyoal kesejahteraan pegawai. Kesejahteraan pegawai merupakan salah satu motif atau alasan terjadinya tindak pidana korupsi. TPP ini merupakan salah satu instrumen menyelesaikan masalah misorientasi' kerja pegawai, inefesiensi APBD, dan rendahnya kinerja pemerintah," jelas Aher.



Menurutnya, dasar hukum TPP adalah Peraturan Pemerintah No. 58 tahun 2005, Permendagri No. 13 tahun 2006, dan Peraturan Gubernur No. 119 Tahun 2009, dan perubahannya, serta peraturan daerah No. 20 tahun 2012.

Sementara itu, untuk pengawasan anggaran, Aher mengungkap bahwa dirinya tidak segan turun langsung mengecek rancangan anggaran ke setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Ia mengaku meneliti betul masalah anggaran ini karena ingin anggaran tersebut efisien dan ramping tapi bermanfaat bagi masyarakat.

"Saya corat-coret anggaran yang tidak perlu. Ternyata anggaran yang tidak perlu angkanya cukup besar. Kemudian kita manfaatkan untuk difokuskan ke bidang yang perlu fokus seperti pendidikan, kesehatan, dan jalan, atau infrastruktur," jelasnya.

Aher mencontohkan anggaran untuk bidang pendidikan. Selama kepemimpinannya, pendidikan telah menyentuh capaian yang menggembirakan. Pada 2013, indeks pendidikan sebesar 58,08 poin sedangkan pada 2017 menjadi 62,19 poin.

Demikian pula dengan angka harapan lama sekolah meningkat sebesar 0,95 tahun yaitu dari 11,81 pada 2013 menjadi 12,76 tahun pada 2017. Sementara angka partisipasi kasar sekolah menengah meningkat dari 72,68 persen pada 2013-2014 menjadi 81,25 persen pada 2017-2018.

Pada kurun waktu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2013-2018, telah direalisasikan pembangunan ruang kelas baru (RKB) bagi SMA/SMK/MA negeri, swasta, dan pesantren sebanyak 12.243 unit.

Jumlah ini telah melampaui target janji gubernur sebanyak 10.000 unit. Sementara dalam upaya meningkatkan angka partisipasi masyarakat Jawa Barat untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, telah dibangun juga sebanyak 866 Ruang Kelas Baru (RKB) bagi perguruan tinggi swasta dan direalisasikan beasiswa sebanyak 4.640 siswa yang melanjutkan ke perguruan tinggi.

Selain itu, pada bidang kesehatan, peningkatan kualitas layanan kesehatan serta perluasan akses pelayanan kesehatan, dialokasikan pembiayaan sebesar 10% dari APBD. Dengan penganggaran itu, banyak hal telah dicapai di antaranya jumlah puskesmas yang sudah terakreditasi mencapai 298 puskesmas serta rumah sakit yang sudah terakreditasi mencapai 87 unit. (mul/mpr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads