"Berbagai kebaikan pangkalnya jujur. Jadi profesional dalam menjalankan kepemimpinan juga modalnya jujur," kata Aher dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/5/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hendaklah kalian berkomitmen dengan kejujuran, kejujuran membimbing pada kebaikan, dan kebaikan membimbing kita pada surga," ujarnya.
Ia menambahkan, dengan kejujuran, akan muncul sebuah integritas untuk bekerja secara benar dan penuh kesungguhan. Digabungkan dengan kemampuan komunikasi yang baik, hasilnya akan sangat dahsyat dalam menjalankan kepemimpinan.
"Pemimpin harus mau mendengarkan masukan, baik yang bernada halus maupun sarkastik. Terima saran dan masukan dari segala arah," sebut dia yang sudah selama 10 tahun menjadi Gubernur Jawa Barat.
Dia juga berpendapat pemimpin juga harus terus meningkatkan kompetensi manajerialnya. Dengan demikian, ia akan mampu memberdayakan bawahannya dengan optimal.
Peningkatan kemampuan bawahan akan memunculkan loyalitas yang bersifat timbal balik.
"Bila sudah muncul kepercayaan atasan pada bawahan dan sebaliknya loyalitas bawahan terbentuk maka seorang pemimpin akan mampu memutuskan secara benar bila itu untuk kemaslahatan rakyat dan berani mengambil segala risikonya atas keputusannya itu. Itulah yang akan memunculkan kharisma pada diri pemimpin. Seseorang akan hadir menjadi pemimpin yang berkarakter, dengan menunjukkan ketulusan sebagai citranya," ujarnya. (mul/mpr)











































