DetikNews
Senin 28 Mei 2018, 12:51 WIB

Video Porno 'Aryodj', Formappi: Ponakan Prabowo Mesti Klarifikasi

Idham Kholid - detikNews
Video Porno Aryodj, Formappi: Ponakan Prabowo Mesti Klarifikasi Anggota DPR RI Aryo Djojohadikusumo. (Twitter Aryo Djodjohadikusumo)
Jakarta - Peneliti Formappi, Lucius Karus, mengatakan anggota DPR RI Aryo Djojohadikusomo harus memberikan klarifikasi soal video syur 'aryodj'. Sebab, pemeran pria di video yang beredar itu disebut mirip Aryo.

"Anggota DPR yang diduga ada dalam video tersebut juga semestinya merespons beredarnya video tersebut dengan membuat klarifikasi," kata Lucius dalam keterangannya, Senin (28/5/2018).


Jika Aryo benar sebagai pelakunya, ia diminta segera mengundurkan diri. Langkah itu untuk menjaga marwah DPR.

"Atau jika benar dia adalah pelakunya, mestinya segera membuat keputusan untuk mengundurkan diri demi terselamatkannya wajah parlemen dari sangkaan kotor gara-gara video kotor yang beredar," ujarnya.

Menurut Lucius, beredarnya video porno yang diduga melibatkan anggota DPR itu sudah seharusnya mengusik DPR sebagai institusi dan Mahkamah Kehormatan Dewan, khususnya. Sebab, beberapa kali DPR diterpa isu tak sedap soal kelakuan tak senonoh yang berdampak makin rusaknya citra, martabat, dan kehormatan DPR.

"Kode Etik DPR Pasal 3 yang mengatur soal integritas anggota sudah dengan jelas mengatur bagaimana anggota DPR harus berperilaku agar tak merendahkan harkat dan martabat DPR sebagai lembaga terhormat."


Di pasal itu juga ditegaskan anggota DPR harus menjaga perilaku sesuai dengan norma dan etika yang berlaku dalam masyarakat. Seorang anggota DPR dilarang mencari hiburan di tempat prostitusi juga disebutkan dalam pasal 3 tersebut.

"Nah kalau berkunjung ke tempat prostitusi saja dilarang, apalagi yang jelas-jelas melakukan aksi prostitusi melalui video porno yang beredar tersebut," ucapnya.

Lucius menjelaskan, DPR yang sangat peduli terhadap kehormatan dan lembaga wibawa seharusnya menunjukkan respons. DPR harus segera menginisiasi proses verifikasi untuk memastikan pelaku di video itu benar atau tidak merupakan anggotanya. Sebab, verifikasi penting demi meredam gerak liar informasi negatif tentang DPR.

"Tidak perlu selalu berlindung di balik prosedur seperti adanya pengaduan untuk menyelamatkan kehormatan lembaga. Harus ada tanggung jawab moral dari DPR sebagai lembaga agar video tersebut tidak menjadi alasan untuk terus memperjelek citra DPR," uajrnya.

Selain itu, lanjut Lucius, MKD bisa menjadi penyelamat citra lembaga jika responsif. Respons cepat bisa menyelamatkan wajah lembaga dari keterpurukan akibat perilaku anggota yang mencemarkan institusi seperti yang ada dalam video porno tersebut.

Ketua DPP Gerindra Habiburokhman sebelumnya menepis tudingan bahwa laki-laki dalam video itu mirip Aryo.

"Saya sudah banyak baca ya... dimintai keterangan oleh beberapa wartawan juga. Ini kan isu daur ulang ya, yang pernah kalau nggak salah pernah bulan April tahun 2017," kata Habiburokhman mengacu pada peredaran foto pria dengan dua wanita tanpa busana yang juga dikaitkan dengan Aryo. Foto itu sudah dibantah oleh Gerindra. Habiburokhman menjawab pertanyaan via telepon, Minggu (27/5).



Tonton juga 'Heboh Video Porno 'Aryodj', Ini Kata MKD DPR':

[Gambas:Video 20detik]


(idh/van)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed