DetikNews
2018/05/28 11:46:13 WIB

Sederet Anggota DPR yang Tersandung Kasus Pornografi

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Halaman 1 dari 2
Sederet Anggota DPR yang Tersandung Kasus Pornografi Gedung Nusantara alias Gedung Kura-kura MPR/DPR/DPD RI. Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Muncul video porno yang menampilkan pemeran mirip anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Aryo Djojohadikusumo. Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR pun akan meneliti video tersebut.

"Nanti mungkin kita bicarakanlah. Sekarang kan yang penting laporan juga belum ada. Tapi, walaupun tidak ada laporan, kan MKD berhak juga meneliti itu kebenarannya," ujar anggota MKD F-PAN Muslim Ayub kepada wartawan, Senin (28/5/2018).



Sebelum adanya video ini, sederet anggota dewan juga pernah terseret kasus pornografi baik berupa video ataupun foto. Ada yang kemudian dicopot, mengundurkan diri, hingga tetap menjabat sebagai anggota dewan.

Berikut sederet anggota dewan yang pernah terseret kasus pornografi:

Karolin Margret Natasha

Anggota Fraksi PDIP Karolin Margret Natasha pernah terseret kasus video porno. Namun karena dianggap tak terbukti, maka Karolin tetap menjabat sebagai anggota dewan.

Kasus itu terjadi pada tahun 2012. Kala itu Karolin duduk di bangku anggota Komisi IX DPR. Waktu itu muncul sebuah video porno yang disebut-sebut diperankan oleh Karolin.

Badan Kehormatan (BK)--yang kini namanya menjadi MKD--DPR langsung merespons kabar tersebut dan segera memprosesnya.

Sementara BK masih mengusut kasusnya, isu pun melebar. Politikus PDIP Aria Bima sempat disebut-sebut jadi pemeran pria di video tersebut. Aria Bima menyebut nama Elya G Muskitta (EGM) sebagai orang yang mengait-ngaitkan dirinya dalam kasus ini.

Karolin kemudian dipanggil oleh BK. Karolin pun membantah bahwa dirinya yang ada di video tersebut.

Tak hanya BK, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) dan Polri pun bergerak untuk mengusut kasus ini. Hingga akhir 2012, kasus ini akhirnya tak terbukti.

BK akhirnya menutup kasus ini pada Juni 2012. BK menyerahkan kepada kepolisian untuk mengusut kasus video porno tersebut.

Pada tahun 2013, BK menyatakan bahwa Polri kesulitan mengidentifikasi pemeran dalam video porno ini. Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR saat itu, Desmond Junaidi Mahesa mengkritik BK berlaku tak adil dalam mengusut kasus.

Akhirnya pada September 2013, BK kembali membuka kasus video porno mirip anggota DPR. Namun polisi kembali menegaskan kesulitan mengidentifikasi pemeran video itu karena durasi dan kualitas gambar. Akhirnya kasus itu ditutup.

Meski diterpa isu kasus video porno, Karolin mendapat suara tertinggi dalam Pemilu Legislatif 2014. Kini Karolin menjabat sebagai Bupati Landak dan mencalonkan diri sebagai cagub di Pilgub Kalimantan Barat.



Arifinto

Kasus video porno menyeret nama anggota Fraksi PKS Arifinto pada tahun 2011. Namun Arifinto bukan dikaitkan jadi pemeran, melainkan dia tertangkap kamera sedang menonton video syur saat DPR menggelar sidang.

Waktu itu DPR sedang menggelar sidang paripurna pada April 2011. Seorang fotografer kemudian mendapat foto saat tablet yang dipegang Arifinto memunculkan gambar tak senonoh.

Foto terebut pun tersebar dan Arifinto langsung dimintai klarifikasi. Saat itu Arifinto mengaku mendapatkan e-mail berisi link atau tautan. Rupanya tautan itu membuka sebuah situs porno. Arifinto pun mengaku langsung menutupnya setelah tahu bahwa tautan itu menyambung ke situs porno.

Namun fotografer yang mengabadikan momen itu menegaskan, Arifinto membuka folder alih-alih e-mail. Meski tetap menegaskan dirinya tak membuka folder, Arifinto pun mengundurkan diri dari anggota dewan.

Arifinto kemudian aktif menjadi pengurus PKS dengan jabatan terakhir menjadi anggota Dewan Syuro. Arifinto meninggal dunia pada September 2016.

Max Moein

Max Moein adalah anggota Fraksi PDIP DPR periode 2004-2009. Kasus Max Moein terjadi pada 2008.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed