Penyerangan Kampus Mubarak Bisa Disebut Terorisme Telanjang

Penyerangan Kampus Mubarak Bisa Disebut Terorisme Telanjang

- detikNews
Sabtu, 16 Jul 2005 16:02 WIB
Jakarta - Kecaman keras terus mengalir atas aksi penyerangan terhadap Kampus Mubarak Jemaat Ahmadiyah. Bahkan aksi itu dinilai bisa disebut sebagai terorisme telanjang."Penyerangan itu merupakan tindakan kriminal yang harus diproses secara hukum. Penyerangan ini juga bisa disebut sebagai terorisme telanjang," tukas anggota PP Muhammadiyah Dawam Rahardjo.Hal ini disampaikan dia dalam jumpa pers Aliansi Masyarakat untuk Kebebasan Beragama di PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (16/7/2005).Aliansi ini mengutuk keras terjadinya kekerasan yang dilakukan sekitar 10 ribu orang yang tergabung dalam Gerakan Umat Islam Indonesia (GUII) terhadap Kampus Mubarak, Jalan Raya Parung-Bogor pada Jumat, 15 Juli 2005."Seharusnya umat Islam tidak bersifat anarkis, tetapi bersikap toleran. Saya anggap sikap ini antiperadaban dan sangat membahayakan peradaban," kecam Dawam.Anggota Lembaga Studi Agama dan Filsafat ini berpendapat, penyerangan Kampus Mubarak merupakan persoalan serius karena mengancam peradaban, melanggar HAM dan UUD 1945."Apalagi dalam dalam UUD 1945 ada jaminan setiap penduduk berhak menjalankan ibadahnya menurut agama dan kepercayaannya," tukas Dawam.Aksi penyerangan dilakukan GUII karena menilai ajaran Ahmadiyah beraliran sesat. Salah satu ajarannya, Ahmadiyah memiliki nabi tersendiri setelah Nabi Muhammad SAW, yakni Mirza Ghulam Ahmad. (sss/)


Berita Terkait