DetikNews
Minggu 27 Mei 2018, 14:19 WIB

Mendagri Heran: Mengapa e-KTP Rusak yang Tercecer Tak Dihancurkan?

Ray Jordan - detikNews
Mendagri Heran: Mengapa e-KTP Rusak yang Tercecer Tak Dihancurkan? Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengatakan KTP elektronik (e-KTP) yang tercecer dari mobil di Bogor, Jawa Barat adalah e-KTP rusak. Namun Mendagri Tjahjo Kumolo heran kenapa kartu identitas yang sudah rusak itu tidak segera dihancurkan.

"Walau itu e-KTP rusak atau invalid, kenapa tidak harus dihancurkan langsung?" kata Tjahjo kepada detikcom, Minggu (27/5/2018).

Akibat kejadian ini, Tjahjo telah mengirimkan tim dari Kemendagri untuk menyelidiki kasus tercecernya dua kardus e-KTP ini. Dia juga menyelidiki apakah kejadian ini ada unsur kelalaian atau upaya sabotase.

"Sekarang tim Sekjen, Irjen dan tim hukum (Kemendagri) sedang meneliti apakah ada unsur kelalaian, keteledoran, sabotase. Ini yang tercecer dua kardus mi instan," katanya.

Sebelumnya, Tjahjo mengatakan kartu identitas rusak itu sedang dalam perjalanan dari Pasar Minggu menuju Bogor menggunakan mobil truk. Namun dia juga mempertanyakan kenapa e-KTP tidak dibawa menggunakan mobil yang tertutup.

"Ada gudang di Bogor. Yang saya tanyakan, angkutnya apa tidak ada mobil tertutup?" kata Tjahjo kepada detikcom, Minggu (27/5/2018).

Pihak Kementerian Dalam Negeri sendiri telah memastikan e-KTP yang jatuh di Bogor merupakan e-KTP rusak. Namun belum bisa dipastikan berapa jumlah KTP yang tercecer itu.

"KTP elektronik rusak/invalid yang dibawa ke Semplak sebanyak satu dus dan seperempat karung, bukan ber karung karung," kata Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil, Zudan Arif Fakrulloh, dalam keterangan pers pada Minggu (27/5/2018).

Meski jumlah secara umum e-KTP itu diketahui sebanyak satu dus dan seperempat karung, namun jumlah spesifik e-KTP yang rusak itu belum diketahui.

"Jumlahnya kepingnya tidak dihitung karena merupakan gabungan dari sisa-sisa pengiriman sebelumnya," kata Zudan.

Pada KTP elektronik yang tercecer tersebut terdapat tulisan Pemerintah Sumatera Selatan. "Di KTP itu ada tulisan Sumatera Selatan, mungkin asalnya dari sana. Masa berlakunya juga ada yang sampai 2017 ada yang seumur hidup. Tapi belum tahu kan itu KTP mau dibawa ke mana dan mau diapain," kata Ugan, ditemui di pangkalan ojek Salabenda, Sabtu (26/5/2018) petang.
(jor/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed