DetikNews
Sabtu 26 Mei 2018, 15:14 WIB

Bukan Dibuang, Begini Pemakaman Jenazah Tanpa Identitas di TPU DKI

Dwi Andayani - detikNews
Bukan Dibuang, Begini Pemakaman Jenazah Tanpa Identitas di TPU DKI Makam jenazah tunawan di TPU Tegal Alur (Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta - Foto jenazah yang terlihat seperti dibuang saat dimakamkan ramai diperbincangkan. Jenazah itu merupakan jenazah tanpa identitas alias tunawan, yang dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tegal Alur, Jakarta Barat.

Kabid TPU Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Siti Hasmi sebelumnya menjelaskan proses pemakaman jenazah tunawan sama seperti jenazah lainnya. Tidak ada pembedaan, apalagi dibuang begitu saja.

"Itu kalau dilihat di TPU Tegal Alur. Jenazah sudah selesai kami urus, sudah dikafankan dan dimandikan. Istilahnya pemulasaraan. Proses dari memandikan, mengafankan, mensalatkan. Setelah itu kita bawa ke TPU. Jenazah tunawan atau telantar atau jauh dari keluarga memang jadi urusan kami," jelas Hasmi kepada detikcom, Sabtu (26/5/2018).



detikcom kemudian mendatangi langsung lokasi tersebut dan bertemu dengan Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorang (PJLP) TPU Tegal Alur, Abdul Rohman. Dia menjelaskan proses pemakaman jenazah tunawan di TPU tersebut.

"Nggak ada (pembuangan jenazah). Kita perlakukan semua sama. Di umum (kuburannya) 1×2 meter, ya di sini sama, 1x2 meter. Kalau dari sana nggak dikasih patok, di sini kita kasih patok nisan, jadi bisa dilihat," kata Abdul.

Ia mengatakan jenazah tunawan ini berasal dari beberapa rumah sakit dan panti di seluruh DKI. Jenazah diserahkan oleh tim palang hitam untuk dimakamkan oleh pihak TPU.

"Datangnya dari panti seluruh DKI, RS Cipto, RS Cengkareng, RS Pasar Minggu, RS Fatmawati dan kadang-kadang Polri juga ke sini," kata Abdul.

"Jadi palang hitam mulai pemandian kafanin sampai salatin. Setelah itu dibawa ke sini, ya sudah, diserahin semuanya ke kita," sambungnya.



Abdul mengatakan jenazah tunawan ini diserahkan dengan menggunakan peti atau kantong jenazah. Setelah itu jenazah dikeluarkan dan dimakamkan secara muslim.

"Jadi ditaruh di peti atau kantong jenazah. Kalau yang datang di peti sama, nggak sama petinya kita taruh, tetap kita angkat, kita keluarin dan kebanyakan kita urus itu secara muslim," ujar Abdul.

Banyaknya jenazah tunawan dan kurangnya lahan menjadi kendala. Namun, menurutnya, jenazah tunawan tidak dikubur secara bertumpuk.



"Kita kesusahan juga tempat, mau ditempatin di mana. Mau ditindih kasihan, baru beberapa tahun. Begitu digali, kadang masih utuh, jadi nggak tega. Makanya kita tempatin lahan yang ada," tuturnya.

Selain di TPU Tegal Alur, Pemprov DKI melalui Dinas Pertamanan dan Pemakaman juga memiliki TPU khusus untuk pemakaman tunawan. Salah satunya di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur.
(nkn/nkn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed