DetikNews
Sabtu 26 Mei 2018, 09:39 WIB

Pertahankan HP, Apa Status Hukum Pembacok Aric di Bekasi?

Isal Mawardi - detikNews
Pertahankan HP, Apa Status Hukum Pembacok Aric di Bekasi? Polisi menunjukkan barang bukti pembacokan Aric (Foto: Isal Mawardi/detikcom)
Bekasi - Aric Saifuloh (17) tewas setelah dibacok MIB (19) dalam sebuah perkelahian di Jembatan Summarecon, Kota Bekasi. Pembacokan diawali perampasan ponsel oleh Aric dan temannya IY (17). Lalu apa status hukum MIB dalam kasus ini?

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto mengatakan pihaknya belum menetapkan tersangka dalam kasus pembacokan tersebut. Polisi masih meneliti kedua kasus itu.

"Sampai sekarang belum (ada tersangka) karena kita mau gelar perkara," kata Indarto di Kota Bekasi, Sabtu (26/5/2018).


Saat ini status MIB masih sebagai saksi. Polisi akan meminta keterangan ahli pidana terkait kasus ini.

Sebab, ada dua kasus yang berkaitan dengan peristiwa ini yakni perampasan handphone yang diduga dilakukan Aric dan IY. Sementara MIB dalam hal ini mempertahankan handphone-nya dan dirinya dari serangan celurit Aric.

"Untuk MIB, (sebelum) kita meningkatkan statusnya, kita harus periksa ahli pidana dulu. karena hasil penyelidikan, terlihat dia (MIB) tidak berniat untuk itu (membacok), karena dia dirampok dan dia melawan," jelasnya.

Polisi masih meneliti peristiwa pembacokan MIB ini apakah termasuk dalam kategori bela diri (overmaag). Jika dinilai sebagai pembelaan terpaksa, maka kasus MIB tak dapat dipidana.

"Tapi apakah bentuk perlawanannya itu dalam kategori bela paksa? Ahli pidana yang akan menentukan. Kalau (kasus) ini masuk, berarti ada alasan pemaaf (dimaafkan) jadi tidak dipidana. Dia memang melakukan itu tapi tidak dapat dipidanakan karena bela diri," ujarnya.

Sama halnya juga dengan IY. IY dalam kasus ini masih sebagai saksi, sementara polisi menggelar dua kasus yang saling berkaitan itu.

"IY juga saksi. Tapi ini sedang digelar perkarakan dengan kasat serse, apakah IY layak dijadikan tersangka kasus 365 (pencurian dengan kekerasan), itu pidananya di atas 10 tahun," terangnya.

Indarto juga membuka rekam jejak IY. IY sebelumnya pernah bermasalah dengan hukum.


"Jadi sudah kami telusuri, memang background dari saudara IY adalah pelaku curas. IY sekarang luka parah," tuturnya.

Ia katakan, IY pernah ditahan polisi pada Maret 2018 lalu. Indarto menyebut IY terlibat aksi begal.

"Pada bulan Maret itu pernah ditahan oleh anggota kami karena melakukan perampokan satu motor dan satu handphone. Bahkan dalam pengakuannya dia telah melakukan beberapa kali curas juga, tapi pada saat itu dia (IY) terpaksa ditangguhkan karena korban-korbannya ini belum ketemu. Jadi memang pelaku curas si IY ini," ujar Indarto.

Kasus ini berawal dari adanya laporan ke Polsek Bekasi Utara terkait adanya peristiwa pembacokan terhadap Aric dan IY, yang disebut-sebut terjadi di depan Universitas Bhayangkara Jalan Raya Perjuangan, Bekasi Utara pada Rabu (23/5) dini hari lalu. Versi keduanya menyebutkan bahwa mereka korban begal.

Namun di saat bersamaan, MIB dan temannya AR melaporkan kejadian pembacokan itu ke Polres Metro Bekasi Kota. Dia mengaku telah membacok Aric dan IY karena sebelumnya dia ditodong celurit dan diminta menyerahkan handphone, di Jembatan Summarecon, Rabu (23/5). Versi MIB, Aric dan IY menyerang lebih dahulu.

Polisi telah merekonstruksi kejadian itu. IY pada akhirnya mengakui telah melakukan perampasan handphone yang berujung pada peristiwa pembacokan itu. IY juga mengakui bahwa celurit itu milik Aric.(mei/)


Tonton juga, detik-detik pembacokan bos toko HP perkara casing HP:

[Gambas:Video 20detik]


(mei/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed