Tidak Punya Uang Biayai Persalinan, Bayi Rahmatia Meninggal

Tidak Punya Uang Biayai Persalinan, Bayi Rahmatia Meninggal

- detikNews
Sabtu, 16 Jul 2005 01:40 WIB
Makassar - Nasib malang menimpa Rahmatia. Ibu separuh baya ini harus rela kehilangan bayinya, lantaran lambatnya penanganan dokter saat ia bersalin di Rumah Sakit (RS) Labuang Baji, Makassar. Bayi ini meninggal karena 'dicuekin' oleh pihak RS lantaran tak punya ongkos persalinan. "Air ketubannya pecah kemarin malam (14/7/2005), tapi hingga pagi dan siang tadi bayinya belum dikeluarkan. Bahkan pihak RS baru bilang pada saya pukul 13.00 Wita kalau bayinya meninggal dalam kandungan," ujar suami Rahmatia yang bernama Daeng Rangka kepada detikcom di RS Labuang Baji, Makassar, Jumat (15/7/2005). Tragisnya, hingga saat ini, bayi itu belum dikeluarkan dalam kandungan Rahmatia. "Bisa saja ibunya ketularan meninggal kalau penanganannya lambat," tutur Daeng. Daeng pun menyesalkan tindakan dokter yang dinilai tidak menangani persalinan ini dengan cepat. Pada saat ketuban Rahmatia pecah, dokter sempat bilang ke Daeng, agar segera urus Jaring Pengaman Sosial (JPS) dulu agar ditangani oleh rumah sakit. Karena sudah malam, suaminya itu menjadi kalang kabut karena tidak ada kantor kelurahan yang buka. Walhasil, bayi dalam kandungan Rahmatia pun meninggal. Kematian bayinya, pun disesalkan oleh Daeng. Pasalnya, anak yang telah dinanti-nant usiai selama 13 tahun perkawinannya pun menjadi kesedihan belaka. "Dokter tak menangani dengan baik karena saya miskin," ucap Daeng dengan isak tangis yang dalam. Daeng yang sehari-harinya adalah tukang becak hanya mampu menyesali nasibnya. "Andai saya banyak uang, tidak mungkin istri saya begini," keluhnya. Pihak RS Labuang Baji, hingga saat ini belum mau memberikan komentar. Setiap dokter yang ditemui, enggan memberi penjelasan. Bahkan, sejumlah dokter muda mengunci ruang persalinan ketika hendak dikonfirmasi. (atq/)


Berita Terkait