DetikNews
Jumat 25 Mei 2018, 22:27 WIB

Analisis Pakar soal Terima Kasih Jokowi ke SBY, Tulus atau Satire?

Ahmad Toriq - detikNews
Analisis Pakar soal Terima Kasih Jokowi ke SBY, Tulus atau Satire? Jokowi bertemu dengan SBY di Istana Kepresidenan. (Ray Jordan/detikcom)
Jakarta - Ucapan terima kasih Presiden Jokowi kepada Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono soal Bandara Kertajati ramai dibahas. Ada yang menganggap ucapan itu tulus, namun ada juga yang menganggapnya satire. Yang mana yang benar?

Pemerhati komunikasi digital Dr Firman Kurniawan punya pandangan soal ucapan terima kasih yang dilontarkan Presiden Jokowi di media sosial itu. Firman memulai pandangannya dengan mengulas soal sistem simbol.

"Pertama, dapat disampaikan secara umum di dalam komunikasi, ketika seseorang berbahasa, berarti melemparkan seperangkat simbol dengan aturan (sistem) tertentu. Sistem simbol ini kemudian diterima oleh sekelompok masyarakat yang juga memiliki aturan (sistem) sosial sendiri. Sehingga sistem simbol Presiden Jokowi yang dilontarkan melalui media sosial juga akan dimaknai sebanyak sistem sosial yang ada di masyarakat," ulas Firman saat berbincang, Jumat (25/5/2018).


Pria yang lama mengajar di Program Studi Pascasarjana Komunikasi Universitas Indonesia ini mengatakan ada tiga kelompok besar sistem sosial masyarakat terkait Pilpres 2019, yaitu: pendukung Presiden Jokowi untuk melanjutkan kepemimpinan periode berikutnya, oposan yang mutlak menghendaki pergantian kepemimpinan, dan mereka yang menunggu siapa-siapa saja petarung pada Pilpres 2019. Tiga kelompok besar ini bisa memaknai ucapan terima kasih itu secara berbeda.

Bagi kelompok pendukung, Firman melanjutkan, ucapan terima kasih Jokowi akan diterima sebagai pernyataan tulus. Bisa juga dimaknai sebagai upaya memperluas dukungan secara positif. Kelompok oposan bisa memaknai ucapan terima kasih itu sebagai hal negatif, sindiran, bahkan diperluas hingga kritik soal infrastruktur dan utang luar negeri.

"Sedangkan kelompok ketiga akan menikmati konstestasi dan akan terbawa pada makna yang akhirnya dominan," ujarnya.

Dr Firman Kurniawan.Dr Firman Kurniawan (Foto: dok. Istimewa)

Soal apakah ucapan tersebut dimaknai sebagai terima kasih tulus atau sindiran, menurut Firman, itu menjadi kebebasan bagi pihak penafsir pesan. Ucapan terima kasih itu bisa dengan bebas dimaknai oleh yang membaca pesan tersebut.

"Saat sebuah simbol telah dilontarkan oleh pengirim pesan, makna 'menjadi hak' penerima simbol. Dan untuk memenuhi tujuan yang maknanya menguntungkan masing-masing pihak, biasanya diikuti deretan simbol-simbol peneguh maupun penawar," tutur pria yang juga mengajar di Universitas Atma Jaya ini.


Meski menyatakan ucapan tersebut bisa dimaknai secara bebas, tergantung preferensi politik ataupun kepentingan si penerima pesan, Firman memberi 'petunjuk' soal cara memaknai ucapan terima kasih tersebut. Oleh karena ucapan tersebut disampaikan di media sosial, patokan melihat makna yang dimaksud Presiden Jokowi bisa dari isu yang sedang ngetren beberapa waktu belakangan.

"Yang khas di dalam komunikasi yang terjadi di jagad media sosial, makna selain ditentukan oleh jejaring penggagas, jejaring sistem simbol dan jejaring sistem sosial, juga ditentukan oleh jejaring pelaku media sosial. Artinya, makna mana yang kemudian akan menjadi dominan ditentukan oleh siapa saja yang ada di jejaring media sosial, peristiwa apa yang sebelumnya menjadi trending topic," ujar Firman.

"Ketika pernyataan Presiden di media sosial disambar oleh pengguna sosial yang mendukung, sambutannya logis mendukung, dapat diduga wacana dukungan yang akan menggelembung. Demikian sebaliknya. Statement dilempar di tengah isu apa sebelumnya yang sedang trending, juga menentukan posisi makna," pungkasnya.

Berikut ucapan terima kasih Jokowi ke SBY soal Bandara Kertajati:

Alhamdulillah pendaratan pertama Pesawat Kepresidenan RI di Bandara Internasional Kertajati, Jawa Barat, berjalan lancar. Doakan bandara ini sudah dapat melayani arus mudik Lebaran 2018. Kata Menhub, kurang-lebih tanggal 8 Juni 2018 juga sudah ada penerbangan komersial yang masuk. Saya ucapkan terima kasih pada Pak Susilo Bambang Yudhoyono, Pak Ahmad Heryawan dan jajarannya yang sudah mencanangkan sejak lebih dari satu dekade lalu. Beliau, keduanya menjadi bagian tidak terpisahkan terwujudnya bandara kebanggaan warga Jawa Barat.

(tor/ams)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed