Jakarta Dikelilingi Banjir dan Macet Total
Jumat, 15 Jul 2005 23:14 WIB
Jakarta - Akibat hujan deras yang menerpa Jakarta sejak pukul 17.00 hingga pukul 20.00 WIB, sejumlah ruas jalan mengalami kemacetan total. Kemacetan terjadi di Jl Penjompongan, Jl Palmerah, Tomang, Jl Hayam Wuruk, bilangan Cawang, Slipi, Jl Tendean, Jl Rasuna Said, Jl Warung Buncit, Jl MH Thamrin, dan Jl Sudirman.Begitu pula di jalan tol dari Tanjung Priuk menuju Bogor. Waktu yang ditempuh biasanya hanya satu jam, kali ini pengemudi harus rela bersabar karena waktu tempuhnya menjadi 3 jam. Kemacetan juga terjadi di Kelapa Gading, Jl Perintis Cempaka Putih, dan arah Pondok Indah menuju Ciputat hingga Pamulang. Di terminal Lebak Bulus, para calon penumpang bertumpuk menunggu kedatangan bus. Karena bus sulit dicari, taksi pun menjadi pilihan. Namun, taksi menjadi sulit didapat, karena banyak orang berbondong-bondong memesan taksi. "Waktu tempuh menuju Ciputat dari Pondok Indah biasanya hanya 40 menit, tapi malam ini bisa 2 jam," kata Sopir Taksi Gamya, Casmika kepada detikcom, Jumat (15/7/2005).Hujan deras itu juga mengakibatkan sejumlah ruas jalan mengalami banjir. Di Kampung Melayu, banjir mencapai 2 meter. Di Jl MH Thamrin, tepatnya di depan Sarinah, banjir mencapai ketinggian 40 cm. Begitu juga di Jl Palmerah, ketinggian banjir mencapai 30 cm. Di Kelapa Gading pun mengalami hal yang sama.Hingga berita ini diturunkan, kemacetan masih terjadi di sejumlah ruas di bilangan Jakarta. Bahkan di Jl Penjompongan dan Cawang, kendaraan tidak sama sekali bergerak.Para pengemudi pun terlihat sumpek. Banyak di antara pengemudi itu yang keluar dari mobilnya saat hujan berhenti. Banyak pula mobil dan motor yang mogok akibat hujan ini, terutama mobil dan motor keluaran tahun tua.Para pengemudi motor pun, ketika hujan menerpa deras, harus menunggu di tempat-tempat yang bisa digunakan untuk berteduh. Dampak hujan ini juga menimpa orang-orang yang memakai jasa angkutan umum. Akibat macet total, orang-orang tampak bertumpuk padat pada sejumlah halte. Ketika hujan berhenti, di antara orang-orang itu lebih memilih menikmati indahnya bunderan Hotel Indonesia daripada mengikuti irama kemacetan Jakarta.
(atq/)











































