DetikNews
Jumat 25 Mei 2018, 21:00 WIB

Istana Vs Takjil Politik #2019GantiPresiden

Idham Kholid - detikNews
Istana Vs Takjil Politik #2019GantiPresiden Foto: Relawan bagi-bagi takjil #2019gantipresiden (Sams/detikcom)
Jakarta - Takjil berstiker #2019GantiPresiden yang dibagikan Komunitas Relawan Sadar Indonesia (Korsa) menuai pro-kontra. Pihak Istana menegaskan takjil bertagar ganti presiden itu tidak mengganggu fokus kerja Presiden Jokowi.

Pembagian takjil itu dilakukan di depan pintu masuk Masjid Cut Mutia, Jl Taman Cut Mutiah No 1, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/5) kemarin. Dalam takjil yang dibagikan itu, ada juga tulisan #2019GantiPresiden, bahkan ada dua banner yang juga terpampang di lokasi bertulisan 'Takjil Gratis Buka Puasa #2019GantiPresiden'


Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin mempersilakan siapa pun melakukan kegiatan untuk meningkatkan elektabilitas. Dia juga malah menyarankan agar tidak hanya membuat takjil, tapi juga tarawih ganti presiden.

"Apa saja yang bisa mereka lakukan, lakukanlah untuk menaikkan elektabilitas, mempopulerkan dan segala macam, silakan saja. Apa saja yang mereka bikin, sesuka hatinya, mau nanti tarawih lagi, tarawih ganti presiden boleh, mau subuh ganti presiden, mau salat malam ganti presiden, mana-mana saja, sesuka hatinya, sepuas hatinya," kata Ngabalin saat dihubungi detikcom, Jumat (25/5/2018).

Menurut Ngabalin, politik merupakan seni mengelola pikiran, rasa, dan hati. Dia meminta pihak lawan bersabar menunggu waktu kampanye.

"Politik itu kan indah, politik itu kan seni dalam mengelola pikiran, rasa dan hati untuk perbuatan. Sabar-sabar sedikit kenapa sih, ada waktunya, jadi sabar-sabar saja. Jadi nanti kalau semakin banyak gaya yang tidak masuk akal, tidak rasional, nanti orang menilai 'kepingin berkuasa kebelet banget sih?'" tuturnya.

Ngabalin menambahkan Presiden Jokowi tidak panik dengan adanya tagar #2019GantiPresiden dari bentuk kaus, lagu, hingga takjil itu. Sebab, saat ini Jokowi sibuk kerja.

"Mana mau panik, presiden itu hari-hari dia sibuk, dia sedang bekerja," ujarnya.


Ditambahkannya, Jokowi saat ini fokus pada proyek infrastruktur yang merupakan impian masyarakat. Kata Ngabalin, infrastruktur itu sudah ditunggu rakyat selama puluhan tahun.

"Dia (Jokowi) sedang mengunjungi proyek-proyek infrastruktur yang jadi impian dari rakyat Indonesia berpuluh-puluh tahun, yang menunjukkan janjinya seperti yang dia ceritakan dalam Nawacita. Sekarang dia sedang berjalan, nggak usah ganggu dia," ujarnya.
(idh/ams)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed