DetikNews
Jumat 25 Mei 2018, 18:24 WIB

PD Tepis Jokowi soal Bandara Kertajati Dicanangkan Lebih 1 Dekade

Danu Damarjati - detikNews
PD Tepis Jokowi soal Bandara Kertajati Dicanangkan Lebih 1 Dekade Foto ilustrasi: Jokowi mendarat di Bandara Kertajati. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta - Presiden Joko Widodo menyatakan Bandara Kertajati sudah dicanangkan lebih dari satu dekade lampau. Namun politikus Partai Demokrat ini membantah.

"Saya pikir mencanangkan satu dekade (sebagaimana yang dikatakan Jokowi) itu kurang tepat," kata Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP PD Ferdinand Hutahaean kepada detikcom, Jumat (25/5/2018).

Ferdinand mengakui proyek Bandara Kertajati itu dimulai pada 2003. Namun pada 2003 itu, yang ada barulah proses persiapan awal, jadi belum bisa dibilang bahwa proyek telah dimulai. Selanjutnya, ada proses pencarian lokasi, dilanjutkan dengan studi kelayakan.



"Jadi itu belum pencanangan," kata Ferdinand.

Kata Ferdinand, proyek ini secara resmi masuk program pemerintah pada 2011 setelah surat-surat persetujuan dari pemerintah pusat keluar, terutama izin prinsip dan dasar hukumnya. Pada 2011-2014, tahapan memasuki pembuatan detailed engineering design (DED). Pembiayaan direncanakan.



"Baru kemudian pada 2014 diresmikan oleh Presiden SBY untuk dimulai pelaksanaannya. Ini sudah sesuai dokumen MP3EI dan tidak ada yang mangkrak atau terhambat," kata Ferdinand.

Maka, bila dihitung durasi jalannya proyek ini hingga selesai diresmikan Jokowi, lamanya tak sampai satu dekade. Ferdinand menyimpulkan demikian karena menghitung durasinya bukan dari 2003, melainkan dari waktu-waktu yang lebih belakangan, saat proyek ini resmi menjadi program pemerintah.

"Saya pikir hitungannya lebih tepat dimulai pada 2010 setelah perda-nya jadi, atau lebih bagus lagi 2014 setelah diresmikan oleh SBY," kata dia.



Jokowi meresmikan Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Kamis (24/5/2018) kemarin. Lewat akun Instagram-nya, Jokowi mengucapkan terima kasih untuk SBY.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Susilo Bambang Yudhoyono, Pak Ahmad Heryawan dan jajarannya, yang sudah mencanangkan sejak lebih dari satu dekade lalu," tulis Jokowi di akun Instagram-nya, kemarin.

Ferdinand menilai Jokowi tidak bermaksud menyindir durasi pengerjaan proyek Bandara Kertajati, melainkan Jokowi hanya tak mendapatkan data yang benar.

"Ini bukan kesalahan di Presiden-nya, tapi beliau mendapat suplai data yang tidak akurat. Saya tidak melihat ada niatan satire di situ," kata Ferdinand.
(dnu/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed