Direksi Kabelvision Rapat Bahas Keluhan Pelanggan

Direksi Kabelvision Rapat Bahas Keluhan Pelanggan

- detikNews
Jumat, 15 Jul 2005 20:26 WIB
Jakarta - Kabelvision menyikapi serius keluhan pelanggannya, terkait kebijakan penghentian jam siaran mulai pukul 01.00 sampai 05.00 WIB. Jajaran direksi stasiun televisi berlangganan itu seharian ini mengadakan rapat guna membahas masalah ini.Kabelvision memang mulai memberlakukan penghentian jam siaran sejak Jumat (15/7/2005) dini hari. Namun keputusan itu tak ayal mendapat kecaman ratusan pelanggan Kabelvision, yang juga disampaikan melalui redaksi detikcom.Sejauh ini belum ada tanggapan berarti dari Kabelvision mengenai keluhan-keluhan tersebut. Pagi tadi, pimpinan Kabelvision termasuk Manajer Marketing Amanda melakukan rapat guna membahas masalah ini.Saat dihubungi sore harinya, Amanda tidak mau berkomentar apa pun dengan alasan akan ada siaran pers yang menjelaskan seluruh masalah ini. Menurutnya, semua keluhan dan pertanyaan pelanggan sudah dijawab dalam siaran pers yang dikeluarkan melalui Ogilvy Public Relation.Seperti diketahui, sejumlah pelanggan menganggap Kabelvision diuntungkan dengan kebijakan ini karena tidak mengurangi tarif berlangganan. Bahkan, sebagian pelanggan mengancam beralih ke stasiun televisi langganan lainnya, Indovision, yang sejauh ini masih siaran selama 24 jam nonstop.Detikcom menerima siaran pers dari Kabelvision atas nama PT Broadband Multimedia Tbk, pukul 19.26 WIB. Tapi ternyata, tidak ada sama sekali jawaban atas keluhan para pelanggan itu. Isi siaran pers hanya menyatakan, penghentian jam siaran dilakukan sesuai Inpres tentang hemat energi dan peraturan Menkominfo tentang kebijakan tayangan televisi. Di akhir siaran persnya, Kabelvision meminta masyarakat mengerti kondisi tersebut."Hanya itu jawaban kami. Untuk pertanyaan lainnya silahkan ditanyakan pada Kabelvision. Tapi saat ini mereka masih melakukan meeting," kata Erica Mulyadi dari Ogilvy, konsultan Kabelvision, saat dihubungi pukul 20.00 WIB.Saling melempar tanggungjawab nih? (fab/)


Berita Terkait