"Pemukiman di Gandus ini cukup padat, terdapat banyak kendaraan berat yang melintas di sini dan menyebabkan jalan selalu rusak. Bahkan kalau ada mobil dengan tonase berat lewat, pasti rumah warga sampai bergetar," terang Pjs Wali Kota Palembang, Ahmad Najib kepada wartawan, Jumat (25/5/2018).
Diakui Najib, warga memang sudah beberapa kali mengajukan protes atas kendaraan berat yang melintas. Untuk itu pemkot akan melakukan sosialisasi dan menghimbau kendaraan berat agar dapat mengurangi beban saat melintas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Panjang jalan rusak sekitar 4 KM, tapi yang rusak parah sekitar 1 KM dan itu menjadi prioritaskan pada tahun 2018 saat pak Harnojoyo masih menjabat. Mudah-mudahan lebaran sudah dapat digunakan oleh masyarakat. Sedangkan sisanya sekitar 3 kilometer, diperbaiki pada tahun berikutnya dan semua sudah dianggarkan," sambungnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Palembang Bastari mengatakan di tahun ini Pemkot telah menganggarkan dana sekitar Rp 5,8 miliar dengan kualitas baik. Hal ini disampaikan Bastari saat ikut mendampingi Najib meninjau jalan Lettu Kadir yang dalam perbaikan.
"Dana Rp 5,8 miliar ini untuk perbaikan 1 KM saja. Sedangkan untuk sisanya 3 KM akan diperbaiki di tahun berikutnya dan tentu dengan kualitas standar, yakni ketebalan pondasi 10 cm dan ketebalan beton 28 cm," kata Bastari.
Untuk diketahui, warga jalan Lettu Kadir sudah beberapa kali melayangkan surat protes dan meminta dilakukan perbaikan jalan. Warga pun tercatat pernah sama-sama mengumpulkan uang koin sebagai modal untuk memperbaiki jalan itu. (asp/asp)










































