Pangkas Siaran, Kabelvision Takut Izinnya Dicabut Menkominfo

Pangkas Siaran, Kabelvision Takut Izinnya Dicabut Menkominfo

- detikNews
Jumat, 15 Jul 2005 18:00 WIB
Jakarta - Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) kini jadi momok bagi insan pertelevisian. Mirip Departemen Penerangan era Orba. Buktinya, Kabelvision memangkas waktu siarannya empat jam karena takut izinnya dicabut pemerintah, dalam hal ini tentunya Depkominfo.Soal kekhawatiran pencabutan izin ini terungkap dalam jawaban customer service Kabelvision kepada pelanggannya yang bernama Vaji Vitrada Nasution. Vaji kemudian mem-forward jawaban Kabelvision kepada redaksi detikcom, Jumat (15/7/2005).Berikut bunyi lengkap jawaban Kabelvision:Terima kasih atas email yang sudah dikirimkan.Mohon maaf sebelumnya atas ketidaknyamanan Bapak dalam hal ini.Mengenai pembatasan waktu on air Kabelvision yang mulai per 15 Juli 2005 yang akan off air jam 01.00 WIB s.d 05.00 WIB, pada prinsipnya Kabelvision tidak ingin layanan kami terputus, akan tetapi hal ini terpaksa harus kami lakukan sejalan dengan keharusan pemerintah guna menghindari dicabutnya izin siaran Kabelvision. Dengan adanya beberapa masukan yang telah kami terima, kami yakin bahwa hal ini telah menjadi perhatian pihak manajemen kami.Kabelvision pada dasarnya berusaha untuk tetap memberikan layanan tanpa mengurangi kepuasan kepada para pelanggan setianya.Kabelvision menyadari bahwa hal ini tentunya tidak memuaskan bagi pelanggan setia kami. Namun kami percaya bahwa Bapak dapat mengerti karena hal ini terpaksa kami lakukan agar layanan Kabelvision sebisa mungkin masih dapat dinikmati sekalipun ada pembatasan jam tayang.Terima kasih atas kebersamaan Bapak Vaji Vitrada Nasution sekeluarga untuk tetap setia menggunakan jasa layanan Kabelvision.Salam,Customer Care DepartmentTampaknya, Kabelvision tidak menduga akan mendapat perlawanan kencang dari pelanggannya terkait kebijakan sepihaknya itu. Upaya detikcom untuk mencari klarifikasi, belum membuahkan hasil maksimal."Seharusnya minimal pejabat Humas Kabelvision dalam tempo yang secepatnya memberikan tanggapan terhadap keluhan-keluhan pelanggan tsb. Menurut saya, Kabelvision hanyalah perusahaan yang mencari keuntungan saja tanpa sedikit pun memperhatikan suara konsumen," sesal Edhi Purnomo, pelanggan dengan ID 144788.Hingga kini detikcom terus kebanjiran komplain para pelanggan siaran televisi berbayar itu. Nyaris semuanya meminta iuran bulanannya didiskon gara-gara Kabelvision menyalahi kontrak."Jangan samakan dengan TV swasta yang non-paid. Saya tidak pernah membayar untuk menonton RCTI atau Indosiar. Jadi dari sudut pandang saya, mereka mempunyai hak untuk menghentikan siaran mereka kapan saja mereka mau," kata Bravo Rensen, pelanggan Kabelvision lainnya."Jika memang pihak Kabelvision berusaha untuk menaati imbauan pemerintah, yang di mana ini sesuatu yang bagus, maka sudah sepatutnya memperhitungkan kompensasi terhadap pelanggan yang telah membayar jasa di depan untuk 24 jam sehari operasi," tandas Bravo Rensen. (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini