DetikNews
Jumat 15 Juli 2005, 17:57 WIB

RI-GAM Diharap Prioritaskan Keamanan dan Ekonomi

- detikNews
Jakarta - Perundingan RI-GAM di Helsinki, Finlandia, diyakini akan menghasilkan kesepahaman proses perdamaian di Aceh. RI-GAM pun diminta memprioritaskan security arrangement<\/i> dan penguatan ekonomi masyarakat Aceh sebagai tahap awal.\\\"Mengenai perdebatan masalah politik, termasuk isu partai politik lokal, dapat diselesaikan berbarengan dengan jalannya proses kedua hal tersebut, terutama dalam proses rekonstruksi Aceh baru,\\\" kata Direktur Operasional Imparsial Rusdi Marpaung.Hal ini disampaikan dia dalam jumpa pers Aceh Working Group (AWG) dan Acehnese Civil Society Task Force (ACSTF) di Kantor Imparsial, Jalan Diponegoro, Jakarta, Jumat (15\/7\/2005).AWG dan ACSTF meminta agar RI-GAM lebih rinci soal mekanisme, wewenang, tanggung jawab, peran, penegakan, dan kesepakatan keamanan yang dilaksanakan di Aceh nantinya.Namun bukan berarti tidak ada ancaman serius untuk menggagalkan proses damai di Aceh. Seperti halnya jeda kemanusiaan tahun 2001, dan kesepakatan penghentian permusuhan (The Cessation of Hostilities Agreement\/COHA) tahun 2002.Apalagi melihat perbandingan kondisi saat upaya dua perdamaian tersebut memiliki karakter yang hampir sama dengan saat ini.\\\"Misalnya ada tarik-menarik yang menjadi komoditas politik praktis di Jakarta antara elit militer, sipil, maupun eksekutif dan parlemen,\\\" urai Rusdi.Untuk menjaga proses damai di Aceh tetap berjalan dan berkontribusi terhadap proses rekonstruksi di Aceh, menurutnya, pemerintah dan GAM harus mengambil langkah pembahasan yang lebih substantif dalam perundingan Helsinki.\\\"Terutama juga dilibatkannya masyarakat sipil dalam upaya perdamaian tersebut,\\\" kata Rusdi mengingatkan.


(sss/)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed