DetikNews
Jumat 25 Mei 2018, 13:43 WIB

Karyawan Pertamina Jadi Tersangka Tumpahan Minyak di Balikpapan

Audrey Santoso - detikNews
Karyawan Pertamina Jadi Tersangka Tumpahan Minyak di Balikpapan Tumpahan minyak di Teluk Balikpapan beberapa waktu lalu (Foto: Imeida Tandrin/via REUTERS)
Jakarta - Polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka kasus minyak tumpah milik PT Pertamina di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur. Pertama adalah ZD, nahkoda kapal MV Ever Judger dan kedua adalah IS, karyawan PT Pertamina bagian pengawasan pipa minyak.

"Setelah nahkoda kapal (kapal MV Ever Judger, ZD) dari hasil gelar perkara, satu orang ditetapkan sebagai tersangka dengan inisial IS. Dia pegawai Pertamina di bagian pengawas, jadi ada peran signifikan dari beliau, sehingga beliau ditetapkan sebagai tersangka," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (25/5/2018).


ZD diduga bersalah karena menurunkan jangkar kapal tanpa memperhatikan adanya pipa PT Pertamina, hingga mengakibatkan bentukan kebocoran. Sedangkan IS diduga bersalah karena tidak langsung melapor ke atasannya saat kejadian.

"Pada waktu kejadian harusnya dia langsung lapor. Dan itu ada beberapa hal yang menyalahi prosedur," ujar Setyo.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Ade Yaya Suryana menururkan tersangka ZD telah diperiksa dan ditahan. Sementara tersangka IS, belum menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Polisi belum memutuskan akan menahan IS atau tidak.

"(ZD) Statusnya sudah ditahan. Hanya (tersangka IS) kan belum diperiksa, baru akan diperiksa sebagai tersangka, jadi belum ditahan. Nah ditahan atau tidak itu kewenangan penyidik. Tidak semua tersangka ditahan. Itu situasional perkasus," jelas Ade Yaya.

Ade Yaya menjelaskan IS, bersadarkan analisis penyidik, diduga lalai dalam tugasnya. Namun tak dijelaskan secara bagaimana kelalaian itu terjadi.

"Sesuai undang-undang itu kan kelalaian. Dia tidak melaksanakan sesuai tugasnya sehingga terjadi kasus tersebut. Dia itu bagian yang pengawas pipa, buka-tutup pipa. Kalau bocor harus segera ditutup," tutur Ade Yaya.

Patahnya pipa Pertamina menyebabkan kawasan Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, tercemar minyak. Diperkirakan ada 40 ribu barel minyak mentah yang tumpah ke perairan tersebut.

"Volume tumpahan belum dihitung secara detail. Tapi indikasinya sekitar 40 ribu barel, kurang-lebih. Tapi detailnya nanti tunggu investigasi," kata Direktur Pengolahan Pertamina Toharso di DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/4).

Toharso menambahkan, pipa yang patah itu menyalurkan minyak dari Lawe-Lawe menuju kilang di Balikpapan. Pipa yang bocor tersebut, ujarnya, terputus sepanjang 30 cm, kemudian terseret hingga 120 meter dari posisi awal. Meski begitu, pada dasarnya pipa tersebut masih dalam kondisi layak pakai.

Kejadian ini menelan lima orang korban jiwa dan kerusakan lingkungan. Pencemaran minyak akibat patahnya pipa Pertamina di kawasan Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, itu terjadi pada Sabtu (31/3) lalu.
(aud/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed