DetikNews
Jumat 25 Mei 2018, 12:58 WIB

Demi Tol, Seribu Pohon di Jalan Protokol Makassar Ditebang

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Demi Tol, Seribu Pohon di Jalan Protokol Makassar Ditebang
Makassar - Jalan protokol di Makassar, persisnya di Jalan Andi Petterani berubah dalam beberapa hari terakhir. Jalan yang biasanya teduh dengan adanya pohon besar yang berdiri tegak menaungi tempat itu, kini tidak ada lagi.

Pohon-pohon besar yang usianya sudah mencapai belasan tahun itu, kini telah ditebang demi pembangunan jalan tol layang yang ada di Makassar. Jalan itu kini terlihat gersang dan panas.

"Ini sudah ditebang semuanya. Sudah dua hari terakhir saya lihat ada penabangan pohon di Jalan Petterani," kata salah seorang wraga Amir kepada detikcom, Jumat (25/5/2018).

Amir mengatakan, pohon-pohon yang berada di sepanjang jalan Petterani rata-rata berusia belasan tahun dan sangat membantu pengguna jalan tidak terpapar panas di Kota Makassar saat melalui jalan ini. Amir mengaku sedih soal penebangan pohon-pohon itu.

"Saya pribadi sedih kalau pohon-pohon itu ditebang. Ganti pohonnya nanti di mana?" tanya Amir yang sehari-hari bekerja sebagai pegawai swasta ini.

Sementara itu, Walhi Sulawesi Selatan menyebut ada sekitar 1.000 lebih pohon yang ditebang demi pembangunan jalan tol layang di Makassar.

"Kalau kita hitung dari Jalan Tol Reformasi hingga Jalan Petterani ada sekitar 1.000 pohon yang telah ditebang," kata Ketua Walhi Sulsel Al Amin saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, Direktur Utama PT BMN Anwar Toha selaku pihak yang membangun jalan tol itu mengatakan pihak kontraktor telah melakukan serangkaian kegiatan menuju pembangunan proyek, yang dimulai di area Tol BMN seperti melakukan penebangan pohon sekitar Jalan Tol Layang dan pengerjaan pelebaran jalan di area pintu keluar Tol BMN.

"Proyek pembangunan jalan tol layang ini sudah di mulai sejak akhir April 2018. Saat ini, pihak kontraktor dalam hal ini Wika Beton dan tim konsultan Nippon Koei-Indo Koei juga sudah memasuki tahap persiapan dengan berbagai pengerjaan seperti pembersihan lokasi, penebangan pohon, pekerjaan detour (pelebaran jalan), dan juga pemasangan Median Concrete Barrier (MCB) yang dimulai di area Tol BMN," ujar Direktur Utama BMN Anwar Toha beberapa waktu lalu.

Anwar Toha berharap, dukungan dari berbagai pihak terkait dalam hal ini pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, berbagai pihak pemilik utilitas, dan seluruh masyarakat Makassar untuk dapat mendukung pengerjaan proyek agar dapat berjalan sesuai rencana.

"Pihak perusahaan juga telah menyelesaikan seluruh perizinan yang berkaitan dengan pengerjaan proyek dan telah mendapatkan persetujuan dari berbagai instansi terkait dalam hal ini Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), izin lingkungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait AMDAL dan juga perizinan dari pihak Bina Marga," kata Amin Toha.
(fiq/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed