DetikNews
Jumat 25 Mei 2018, 11:14 WIB

Kasus Korupsi Impor Daging Sapi LHI, 'Dosa' Samad di Mata Fahri

Danu Damarjati - detikNews
Kasus Korupsi Impor Daging Sapi LHI, Dosa Samad di Mata Fahri Abraham Samad dan Fahri Hamzah (Foto: Dok. detikcom)
Jakarta - Di tengah niatnya maju Pilpres 2019, Abraham Samad datang ke markas PKS. Kedatangan Samad tersebut mendapat respons negatif dari Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

Fahri mengaitkan sosok Abraham Samad sebagai mantan Ketua KPK dengan mantan Presiden PKS yang tercokok KPK, Luthfi Hasan Ishaaq (LHI). Menurut Fahri, Samad, yang menjabat pada 2011-2015, punya dosa ke KPK terkait penangkapan LHI.

"Makanya saya nggak setuju dia jadi capres PKS, karena dia punya dosa yang tidak bisa dimaafkan. Karena PKS hampir bubar gara-gara dia menangkap LHI menjelang Pemilu 2014," kata Fahri, yang memang loyalis LHI, kepada detikcom, Jumat (25/5/2018).


LHI sendiri terkena operasi tangkap tangan (OTT) pada Januari 2013 dalam kasus dugaan korupsi suap impor daging. Penangkapan LHI bermula dari penangkapan pihak swasta bernama Ahmad Fathanah.

Fathanah ditangkap di sebuah hotel di Jakarta pada 29 Januari 2013 beberapa saat setelah menerima uang dari pihak swasta, dalam hal ini PT Indoguna Utama. Dalam penangkapan Fathanah, KPK menyita uang Rp 1 miliar yang dibungkus kresek dan koper, yang diyakini sebagai uang muka dari total Rp 40 miliar yang dijanjikan PT Indoguna Utama ke LHI. KPK juga sempat mengamankan seorang perempuan muda dalam penangkapan itu.

Berdasarkan bukti-bukti yang dikumpulkan, KPK lalu menangkap LHI di kantor DPP PKS sehari kemudian. LHI dalam putusan persidangan terbukti menjanjikan pengusahaan penambahan kuota impor daging sapi sebanyak 8.000 ton untuk PT Indoguna Utama.

Saat ini LHI tengah menjalani hukuman 18 tahun penjara yang diterimanya di tingkat kasasi. Putusan 18 tahun ini lebih tinggi daripada putusan Pengadilan Tinggi DKI di tingkat banding, yakni 16 tahun penjara.

Tak setuju Samad menjadi capres PKS, Fahri menawarkan pos Jaksa Agung jika PKS menang di pilpres dan Samad jadi bergabung.

"Samad cocok jadi Jaksa Agung. Nanti kalau Anis Matta presiden, saya usulkan dia masuk kabinet," ujar Fahri.


Seusai pertemuan dengan Samad pada Kamis (24/5) kemarin, Presiden PKS Sohibul Iman menyatakan bakal membawa pembahasan pencapresan Samad ke Majelis Syuro, lembaga tertinggi partai itu.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, yang juga merupakan satu dari sembilan kandidat capres PKS, menilai, meski peluang Samad menjadi capres-cawapres usungan PKS nol, bukan berarti silaturahmi kemarin sia-sia. Mardani kemudian bicara soal kursi menteri untuk Samad.

"Kita nggak cuma umumkan capres dan cawapres, tapi sekitar 10 kementerian utama. Sudah tahap finalisasi," kata Mardani, Jumat (25/4).


Abraham Samad bertandang ke markas PKS, bahas Pilpres? Tonton videonya:


(rna/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed