DetikNews
Jumat 25 Mei 2018, 00:41 WIB

Diperiksa 11 Jam, Kadisparbud Jelaskan Izin Bagi Sembako di Monas

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Diperiksa 11 Jam, Kadisparbud Jelaskan Izin Bagi Sembako di Monas Kadisparbud DKI Tinia Budiati (Muhammad Fida Ul Haq/detikcom)
Jakarta - Kadisparbud DKI Tinia Budiati selesai menjalani pemeriksaan terkait kematian dua anak seusai acara bagi-bagi sembako di Monas. Tinia menjelaskan soal prosedur perizinan kegiatan yang digelar pada Sabtu (28/4) lalu itu.

"Bukan hasil pemeriksaan, tadi itu saya dimintai keterangan terkait prosedur perizinan yang terkait kegiatan di Monas, itu saja," kata Tinia di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (24/5/2018).

Tinia diperiksa kurang-lebih 11 jam. Dia dicecar 27 pertanyaan oleh penyidik Subdit Jatanras Ditkrimum Mapolda Metro Jaya.

Dia mengatakan panitia bagi-bagi sembako memang telah mendapatkan izin dari Pemprov DKI. Prosedur perizinan itu, sambung Tinia, sesuai dengan yang tertuang dalam Pergub 186 Tahun 2017.

"Ya, prosedurnya ada di peraturan, coba kalian lihat, di Pergub 186 Tahun 2017," ujar dia.





Namun Tinia juga membenarkan bahwa Pemprov DKI sempat melarang kegiatan bagi-bagi sembako di Monas. Dia tak menjelaskan detail soal alasan larangan itu.

"Itu kan sudah ada di media sebelumnya (soal melarang kegiatan bagi-bagi sembako), iya kan," papar dia.

Sebelum Tinia, polisi memeriksa Kepala UPT Monas Munjirin. Dia juga diperiksa terkait izin lokasi kegiatan bagi-bagi sembako.

Seperti diketahui, dua bocah bernama bernama Rizky Syahputra (10) dan Mahesa Junaedi (12) meninggal dunia seusai kegiatan bagi-bagi sembako di Monas. Kasus ini telah naik ke tingkat penyidikan.

Polisi juga telah memeriksa ketua panitia bagi-bagi sembako, Dave Revano, beberapa waktu lalu. Selain Dave, pihak dokter yang menangani Rizky dan Mahesa juga telah diperiksa.
(knv/fai)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed