DetikNews
Kamis 24 Mei 2018, 20:34 WIB

Abraham Samad Terus Gerilya, Apa Golnya?

Ibnu Munsir, Zunita Amalia Putri - detikNews
Abraham Samad Terus Gerilya, Apa Golnya? Abraham Samad bergerilya politik. (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Mantan Ketua KPK Abraham Samad mulai bergerilya, dan tampaknya bakal terus menjajaki komunikasi dengan pelbagai parpol pada tahun politik ini. Apa golnya?

Langkah Samad meniti jalur politik kian mantap sejak dia mendeklarasikan diri menjadi calon presiden, mengambil tempat di anjungan Pantai Losari, Makassar, pada 7 Mei 2018. Antikorupsi menjadi tema orasinya saat itu.

Markas PKS, partai yang pemimpinnya terdahulu pernah punya kasus dan diusut oleh KPK di era Samad, menjadi markas parpol pertama yang disambangi Samad. Dia tiba di kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (24/5/2018) pukul 13.43 WIB.

Dia bertemu dengan Presiden PKS Sohibul Iman. Mereka berdiskusi, kabarnya tak ada tema politik. Namun Sohibul menyatakan bakal membawa rencana pencapresan Samad ke Majelis Syuro, lembaga tertinggi di partai ini.

"Baru saja ketemu. Kan itu harus ada Majelis Syuro, nanti kita sampaikan di Majelis Syuro," kata Sohibul setelah bertemu dengan Samad.

PKS sadar pihaknya hanya punya 6 persen suara alias jauh dari ambang batas pencapresan sebesar 20 persen suara parlemen atau 25 persen suara sah nasional. Namun Sohibul tetap mengapresiasi niat Samad yang menyambangi markas PKS dan bertemu dengan dirinya.

PKS bukanlah partai satu-satunya yang menjadi tujuan Samad dalam gerilya politik ini. Dia akan melangkah ke markas partai lain, yakni Partai NasDem.

"Mungkin saya akan ke NasDem kalau Pak Surya Paloh sudah pulang dari luar negeri," kata Samad.

Membangun komunikasi politik adalah tujuannya. Soalnya, Samad bukanlah orang parpol, maka yang bisa dia lakukan adalah menyampaikan gagasannya tentang perubahan besar ke arah yang lebih baik.

"Ya saya paham betul bahwa saya bukan orang parpol. Karena itu, cara kita, apa yang kita jalani sekarang, membangun komunikasi politik," kata Samad.

Gol Samad ada di antara dua gawang, yakni gawang pencapresan dan gawang pencawapresan. Bahkan gawang pencawapresan juga berada di dua capres, yakni Jokowi atau Prabowo. Dia tak berkeberatan menjadi cawapres Jokowi atau Prabowo, asalkan mereka sepakat, ya ayo.

"Siapa yang sepakat (antara Jokowi dan Prabowo), mari kita kerjakan sama-sama, intinya itu," kata Samad.

Lalu gol seperti apa yang akan dicetak Samad? Gol menjadi capres, menjadi cawapres Jokowi, Prabowo, atau yang lain? Lalu bagaimana bila tidak gol?
(dnu/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed