DetikNews
Kamis 24 Mei 2018, 19:18 WIB

PD: Orang Mulai Jera dengan Jokowi tapi Tak Mau Pilih Prabowo

Marlinda Oktavia - detikNews
PD: Orang Mulai Jera dengan Jokowi tapi Tak Mau Pilih Prabowo Rilis survei Roda Tiga Konsultan. (Marlinda/detikcom)
Jakarta - Wasekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik mengatakan elektabilitas Joko Widodo yang masih di bawah 50% bukanlah berita baik. Menurut Rachland, dengan elektabilitas yang masih di bawah 50 persen, itu menandakan rakyat sudah mulai berpaling dari Jokowi.

Hal ini disampaikan Rachland setelah mendengarkan pemaparan hasil survei Roda Tiga Konsultan terkait 'Isu-isu Pemerintahan, Kinerja Presiden, dan Gerakan Ganti Presiden 2019'.



"Dengan elektabilitas yang masih di bawah 50 persen, ini bukan berita baik. Undecided voters juga tinggi. Saya membayangkan kira-kira begini sebetulnya. Orang sudah mulai jera dengan Pak Jokowi, tapi tidak mau memilih Pak Prabowo," ujar Rachland di Cafe Mandailing, Jakarta Selatan, Kamis (24/5/2018).

Dengan fenomena tersebut, menurut Rachland, rakyat Indonesia tengah menunggu sosok capres alternatif selain Jokowi dan Prabowo. Rakyat, lanjutnya, memiliki keinginan adanya figur baru dalam Pilpres 2019.

"Indonesia mesti (sedang) waiting saat ini siapa sebetulnya orang yang akan muncul memenuhi keinginan atau harapan baru," katanya.



Rachland mengatakan, dari hasil survei yang ada, elektabilitas Jokowi selalu mendapatkan perolehan angka yang tidak terlalu tinggi. Sedangkan lawannya, Prabowo, juga tidak menunjukkan kenaikan yang signifikan atas elektabilitasnya.

"Di tengah-tengahnya itu orang masih undecided. Jangan sepelekan hal seperti ini, bisa jadi Pak Prabowo memutuskan untuk tidak maju dan menjadi king maker lalu bersama-sama Demokrat mencari figur lain yang lebih baik, misalkan itu bisa jadi ancaman baru terhadap Pak Jokowi," ungkapnya.

Dengan kontestasi pilpres yang masih beberapa bulan lagi, menurut Rachland, segala hal bisa terjadi. Baik perubahan elektabilitas maupun peta politik Pilpres 2019.

"Mengingat hampir di semua survei elektabilitas Jokowi tak pernah melesat tinggi dan Pak Prabowo juga relatif stagnan. Jadi kita sah mengatakan ada kesempatan untuk tokoh baru untuk muncul. Ini ancaman petahana, tapi kalau kesempatan itu tidak dikelola dengan baik, kenegarawanan, dengan kerelaan mencari jalan yang terbaik, maka kesempatan ini akan bisa dimanfaatkan oleh oposisi untuk membentuk poros ketiga," tuturnya.

Berikut ini hasil survei capres oleh Roda Tiga Konsultan tersebut:

Jokowi: 48,2%
Prabowo Subianto: 22,0%
AHY: 4,1%
Gatot Nurmantyo: 2,7%
Hary Tanoe: 1,4%
TGB: 1,2%
Anies Baswedan: 0,8%
Muhaimin Iskandar: 0,6%
Airlangga Hartarto: 0,3%
Yusril Ihza Mahendra: 0,3%
Romahurmuziy: 0,2%
Surya Paloh: 0,2%
Wiranto: 0,2%
Zulkifli Hasan: 0,2%
Sohibul iman: 0,1%
Chaerul Tanjung: 0,1%
Puan Maharani: 0,1%
Lainnya: 0,2%
Rahasia: 4,8%
TT/TJ: 12,3%
(bag/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed