DetikNews
Kamis 24 Mei 2018, 16:18 WIB

Jokowi di Hadapan Pelajar SMA: Jangan Saling Fitnah di Medsos

Ray Jordan - detikNews
Jokowi di Hadapan Pelajar SMA: Jangan Saling Fitnah di Medsos Presiden Jokowi di hadapan pelajar (Foto: Ray Jordan/detikcom)
Majalengka - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan pengurus OSIS SMA/SMK di Majalengka. Dalam kesempatan ini, Jokowi mengingatkan agar para pelajar bijak dalam menggunakan media sosial.

Pertemuan berlangsung di Taman Dirgantara, Jalan KH Abdul Halim, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Kamis (24/5/2018). Tak hanya pengurus OSIS, pertemuan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan pengurus Pramuka, Rohis dan siswa berprestasi. Total ada sekitar 140 siswa.

"Saya sangat senang, berbahagia bisa bertemu dengan anak-anakku semua. Saya titip bahwa tugas kalian semua sekarang ini adalah belajar. Belajar. Dan Saya tahu bahwa anak-anakku semua di sekolah pemimpin di sekolahnya. Ketua OSIS pemimpin di sekolahnya kan? Pramuka dan Rohis adalah juga sama," kata Jokowi.

Jokowi meminta para siswa pemimpin di sekolah tersebut bisa menyampaikan pesan positif terhadap siswa lain di sekolah. Terutama, menurut Jokowi, terkait penggunaan media sosial.


"Saya ingin ingatkan. Pertama mengenai penggunaan media sosial. Tolong sampaikan pada teman-teman, kawan-kawan agar penggunaan media sosial digunakan untuk hal yang positif, jangan sampai saling mencela, saling menghujat, saling menjelekkan, saling memfitnah. Media sosial harus kita gunakan untuk hal positif. Cari ilmu di media sosial juga gampang banget," ujar Jokowi.

Dalam kesempatan ini, Jokowi juga bicara soal cita-cita yang ingin dicapai oleh pelajar. Jokowi bahkan menanyakan langsung cita-cita pelajar tersebut.

"Ada yang ingin jadi bupati? tunjuk jari. Ada yang ingin jadi gubernur? Tunjuk jari," katanya.

Ternyata, dari sekian banyak pelajar yang hadir, lebih banyak memilih bercita-cita sebagai pengusaha. "Oleh sebab itu, Pak Menteri (Mendikbud Muhadjir Effendy) mata pelajaran enterpreneur harus diberikan di sekolah karena semangatnya tinggi sekali," kata Jokowi.

Jokowi juga menitip pesan agar para pelajar tidak gampang patah semangat dalam menggapai cita-cita. Dia mengatakan, peluang para pelajar untuk meraih cita-cita terbentang luas.

"Tapi harus dicapai dengan kerja keras, kedisiplinan dan dilakukan dengan produktif . Karena tantangan ke depan besar, kesempatan juga besar. Tapi wajah-wajah cerah dan optimis yang saya lihat ini, saya yakini insyaallah negara ini akan jadi yang lebih baik dari hari ini," kata Jokowi.

Bagikan 1.012 KIP

Selain bertemu para pengurus OSIS, Jokowi juga membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Gelanggang Generasi Muda (GGM) Majalengka. Ada 1.012 yang dibagikan.

Jokowi menjelaskan, KIP untuk Sekolah Dasar (SD) berisi uang Rp 450 ribu, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Rp 750 ribu, Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Rp 1 juta.

Jokowi di Hadapan Pelajar SMA: Jangan Saling Fitnah di MedsosFoto: Presiden Jokowi membagikan KIP. (Ray Jordan-detikcom)

Tak hanya itu, Jokowi juga menyerahkan sertifikasi untuk guru. Dia menegaskan sertifikasi tersebut penting sebagai tambahan tunjangan untuk kesejahteraan guru.

"Saya juga beri selamat kepada bapak dan ibu guru yang telah menerima sertifikasi. Artinya ada tambahan tunjangan, sertifikasi bisa langsung keluar," katanya.

Jokowi juga menyinggung soal kebijakan pemerintah yang mengeluarkan Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 untuk para PNS. Bahkan termasui THR untuk para pensiunan.

"Kemarin baru saja saya umumkan bapak, ibu guru untuk dapat THR dan gaji 13. Supaya bapak ibu tahu semuanya," ucap Jokowi.
(jor/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed