DetikNews
Kamis 24 Mei 2018, 15:19 WIB

240 Kg Sabu di Mesin Cuci Dimusnahkan

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
240 Kg Sabu di Mesin Cuci Dimusnahkan Foto: Kanavino/detikcom
Jakarta - Tim gabungan Satgas Polri dan Polda Metro Jaya memusnahkan sekitar 240 kilogram sabu dan 30 ribu ekstasi yang diselundupkan di dalam mesin cuci. Narkoba tersebut diselundupkan oleh jaringan Malaysia-Jakarta.

Pemusnahan barang bukti itu dilakukan di lapangan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (24/5/2018). Kegiatan itu juga dihadiri oleh tersangka, jaksa, petugas Puslabfor Polri dan anggota Polda Metro Jaya.

Pemusnahan dilakukan sesuai perintah undang-undang. Kasusnya sendiri sudah di kejaksaan dan siap disidangkan. Polisi hanya menyisakan sedikit sampel untuk barang bukti di pengadilann nanti.

Sabu dimusnahkan dengan cara dicampurkan dengan asam klorida dan dimasukkan ke dalam kotak besi. Sedangkan ribuan ekstasi dimusnahkan dengan diblender, baru dimusnahkan ke kotak tersebut.

Tersangka juga turut memblender dan menuangkan ekstasi itu ke kotak yang berisi asam klorida. Selanjutnya, sabu dan ekstasi yang telah dimusnahkan itu dibuang ke tempat penampungan khusus.


Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Audie Latuheru mengatakan barang bukti yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus pada Kamis 8 Februari 2018 lalu. Tim gabungan berhasil membongkar peredaran narkoba di Pergudangan Harahapan Dadap Jaya Nomor 65, Kosambi, Tangerang.

"Barang bukti yang diamankan berupa 12 buah mesin cuci terdapat 228 bungkus plastik berisi sabu seberat seluruhnya 239.785 gram dan 6 bungkus plastik berisi ekstasi sejumlah 30 ribu," ujar Audie kepada wartawan.

Adapun empat orang tersangka yang ditangkap dalam kasus ini yaitu LTH (WN Malaysia ditembak mati), JN, AN dan ID. Para pelaku disangka dengan pasal 114 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.




(knv/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed