Rokan Hulu, Riau, Langka BBM
Jumat, 15 Jul 2005 15:01 WIB
Pekanbaru - Seharusnya, kelangkaan minyak tidak perlu terjadi di Riau. Apalagi Riau memiliki kilang minyak. Tapi, kini kelangkaan minyak terjadi di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau. Hari ini, Jumat (14/7/2005), kelangkaan BBM sudah memasuki hari kelima di Kabupaten Rokan Hulu, terpaut 200 KM arah utara dari Pekanbaru itu. Masyarakat sudah sangat sulit mendapatkan BBM, seperti premium, solar dan minyak tanah. Sejumlah SPBU yang berada di Pasir Pangaraian, ibukota Rohul sering kehabisan stok BBM. Akibat kekurangan pasokan BBM ini, sejumlah SPBU di Rohul terjadi antrean panjang hingga ratusan meter. Kendaraan roda dua, mobil pribadi serta sejumlah truk mesti antre untuk mendapatkan BBM. Antrean yang membosankan ini memakan waktu yang cukup lama. "Kadangkita ikut antre minimal satu jam," kata Bahjar, salah seorang warga Pasir Pangaraian kepada detikcom, Jumat (15/007/2005) di Pekanbaru.Selain mesti antrie, kadang warga juga kecewa karena sejumlah SPBU tampak tutup. Malah tak jarang, satu harian penuh SPBU yang ada di Rohul tidak tersedia BBM. Kelangkaan BBM ini sudah meresahkan warga. Mereka khawatir kelangkaan ini akan terus bekepanjangan seperti yang terjadi di daerah lainnya yang ada di Indonesia.Menurut Bahjar, dengan kelangkaan BBM ini, warga terpaksa membeli kebutuhan premium atau solar ke pedagang eceran. Kendati harganya bervariasi, namun dapat dipastikan melambung tinggi. Untuk di sekitar jalan lintas yang menghubungkan Riau dengan Tapanuli Selatan, Sumatera Utara itu, paling murah warga mesti membeli premium Rp 5.000/ liter."Harga ini akan lebih mahal bila kita beli di tingkat kecamatan yang mencapai Rp 10 ribu/liter. Walau harganya melambung tinggi, kita terpaksa membelinya karena memang di SPBU tidak tersedia BBM. Jelas ini memberatkan kami," kata Bahjar yang memiliki sepeda motor itu.Selain harganya yang mahal, warga juga khawatir premium yang ada di tingkat eceran itu banyak yang sudah dicampur dengan minyak tanah. Kondisi seperti ini biasanya terjadi di tingkat pengecer yang berada di kecamatan yang jauh dari SPBU."Kalau kita beli bensin di pengecer, biasanya sudah dicampur dengan minyak tanah. Dan ini jelas merusak kondisi mesin sepeda motor kita," kata Bahjar.
(asy/)











































