Kala tsunami menerjang Aceh pada 26 Desember 2004 silam, masjid Baiturrahman tidak mengalami kerusakan. Banyak warga memilih menyelamatkan diri di dalam masjid. Lokasi ini pula dipilih sebagai tempat evakuasi jenazah korban tsunami yang bergelimpangan.
"Masjid Baiturrahman ini bisa dibilang saksi bisu perjalanan sejarah Aceh," kata Kolektor Manuskrip Kuno Aceh, Tarmizi Abdul Hamid, beberapa waktu lalu.
Foto: dikhy sasra |
Pada 2015 silam, masjid Baiturrahman mulai bersolek. Di depan masjid, kini dibangun 12 payung elektrik mirip dengan yang ada di Masjid Nabawi. Selain itu, masjid kebanggaan masyarakat Tanah Rencong ini juga sudah memiliki itu juga dilengkapi tempat parkir, tempat wudhu, serta toilet pria dan wanita. Semua bahannya terbuat dari batu marmer Italia atau Spanyol.
Dengan adanya payung tersebut, dapat menambah daya tampung jamaah yang semula 9000 orang di dalam masjid, menjadi 24.400 jamaah di dalam dan di luar masjid. Peresmian wajah baru masjid Baiturrahman ini dilakukan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 2017 silam (asp/asp)












































Foto: dikhy sasra