DetikNews
Kamis 24 Mei 2018, 10:32 WIB

Pengacara Ajukan Penangguhan Penahanan Pilot Eks Lion Air Group

Herianto Batubara - detikNews
Pengacara Ajukan Penangguhan Penahanan Pilot Eks Lion Air Group Lion Air Group Foto: Ilustrasi oleh Bagus Setyo Nugroho
Jakarta - Sembilan orang pilot dan seorang karyawan kontrak di Lion Air ditahan dan ditetapkan jadi tersangka kasus pemalsuan dokumen setelah dilaporkan Lion Air Group ke Bareskrim. Pengacara para pilot ini mengajukan penangguhan penahanan.

"Jumat tanggal 18 Mei saya sudah mengajukan permohonan penangguhan penahanan. Tapi sampai sekarang belum mendapat tanggapan," kata pengacara Wawan Ardianto.

Wawan adalah pengacara 7 dari 9 orang pilot yang jadi tersangka yakni IT (47), ANR (32), AFD (31), BP (30), FSF (31), OMS (35) dan GA (30). Dua pilot lainnya yang juga jadi tersangka adalah APP (24) dan EEI (26).


Diminta konfirmasi soal pengajuan penanguhan penahanan ini, pihak Bareskrim Polri mengatakan pihaknya hingga pagi ini belum menerima pengajuan penangguhan penahanan.

"Belum ada," kata Kasubdit I Dirtipidum Bareskrim Polri Kombes Daddy Hartadi saat diminta konfirmasi lewat WhatsApp, Kamis (24/5/2018).

Wawan sebelumnya mengatakan, dirinya mengajukan penangguhan penahanan karena 7 orang pilot kliennya itu sejak awal kooperatif menjalani pemeriksaan. Dia menjamin kliennya tidak akan melarikan diri atau menghilangkan alat bukti.

"Maksud saya urgensinya sampai ditahan bersama-sama begitu kan paling tidak membunuh karakter pilot. Pilot itu kan profesi yang masih dibutuhkan di Indonesia ini. Terlalu cepat lah Bareskrim melakukan penahanan," ucapnya.

Ditambahkan Wawan, dirinya berharap Bareskrim mengabulkan penangguhan penahanan itu. Menurut dia, para istri pilot ini telah bersedia menjadi penjamin. Dia mengaku iba saat menjenguk para pilot ini di tahanan Polda Metro Jaya.


"Kondisi yang sangat, ya seperti itu ya. Kan justru malah menjadikan dia betul-betul syok. Kan kasihan juga. Dia masih muda-muda lho pilot-pilot itu," ucapnya.

Wawan mengatakan, dalam kasus ini para kliennya tidak ada melakukan pemalsuan dokumen, dalam hal ini surat lolos butuh. Para kliennya mengaku tidak tahu surat itu dipalsukan karyawan kontrak di Lion Air berinisial T (31) yang juga sudah ditahan dan ditetapkan tersangka.

Para pilot ini dan keluarganya, lanjut Wawan, juga bersedia membayar pinalti yang ditetapkan pihak Lion Air Group yang besarannya mulai dari Rp 1,1 miliar hingga Rp 1,6 miliar. Meski demikian, mereka meminta keringanan, salah satunya cara pembayarannya.
(hri/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed