Gempa Vulkanik Menurun, Merapi Tetap Waspada
Jumat, 15 Jul 2005 14:37 WIB
Yogyakarta - Meski gempa vulkanik yang terjadi di Gunung Merapi saat ini mulai menurun, status Merapi tetap 'Waspada'. Pengamatan baik secara visual maupun dengan menggunakan alat seperti seismograf, tilt meter dan alat retro reflector yang telah dipasang dipuncak Merapi terus dilakukan.Hal itu dikatakan oleh Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK), Dr A. Ratdomo Purbo di kantornya, Jl. Cendana, Yogyakarta, Jumat, (15/7/2005)."Kegempaan vulkanik memang terus menurun, tapi bukan berarti aktivitas menurun sehingga Balai belum berani mengubah status Merapi dari 'Waspada' yang diberlakukan sejak hari Sabtu (9/7/2005) lalu. Kita masih terus melihat perkembangan aktifitas Merapi," katanya.Meski menurun, kata Purbo, saat ini energi kumulatif di dalam perut magma sudah cukup besar sehingga masih dimungkinkan adanya dorongan ke atas. Apabila tidak ada gempa vulkanik dalam maupun gempa vulkanik dangkal, itu bukan berarti menurun. Namun bisa juga Merapi cuma berhenti sebentar untuk menghimpun energi lagi memuntahkan lava. "Itulah karakteristik dari Merapi selama ini," katanya.Menurut dia, berdasarkan data terakhir hari ini tercatat tidak ada guguran lava dan gempa vulkanik dalam. Namun, alat seismograf di Pos Kaliurang, Badadan dan Jrakah tercatat adanya gempa multiphase (MP) sebanyak 14 kali. Sedangkan gempa vulkanik dangkal sebanyak 2 kali."Hasil pengamatan di puncak yang dilakukan pada Rabu dini hari (13/7/2005) kemarin, disimpulkan tidak adanya kubah lava baru. Beberapa alat yang dipasang di puncak itu untuk mencatat deformasi di Merapi," katanya.
(asy/)











































